SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam sebulan terakhir mengeluhkan suara bising yang disinyalir kuat dari proses Eksploitasi Sumur Mudi di sekitar Tapak Sumur (Pad) A, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Suara yang ditimbulkan lebih keras dari biasanya, dan sangat mengganggu pendengaran warga saat malam hari.
“Ketika malam tiba sangat keras suaranya,†kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (6/6/2016).
Dia menjelaskan, suara bising tersebut sudah berlangsung lama. Tetapi suaranya lebih ketara saat malam hari dibandingkan waktu siang. Bersama warga lainnya beberapa kali telah melaporkan hal tersebut ke Pemerintah Desa (Pemdes).
Tetapi, entah bagaimana prosesnya hingga kini suara bising semakin keras. Pihaknya meminta pihak perusahaan harus mengkroscek langsung ke lapangan. Sebab, kebisingan tersebut berpengaruh terhadap anak dibawah umur, dan orang Lanjut Usia (Lansia).
“Kalau tidak percaya silahkan dengarkan saat malam hari diatas pukul 21:00 WIB,†imbuhnya.
Kepala Desa Rahayu, Sukisno, tidak menampik soal kebisingan tersebut. Dia menyebut, bising menjadi salah satu dampak dari aktivitas industri Migas di tanah kerlahirannya.
“Selain bising, panas, serta debu terus dirasakan warga sini,†sambungnya.
Pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan soal suara bising kepada operator. Tetapi jawabannya hanya bakal diupayakan untuk perbaikan terus saja.
“Jelasnya warga yang lebih merasakan karena dekat dengan Pad A,†jelasnya.
Selain berkoordinasi dengan JOB P-PEJ, Pemdes juga melaporkan insiden tersebut ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban. Beberapa waktu lalu BLH juga mendatangi lokasi langsung.
“Hasilnya dibenarkan suara bising sudah diambang batas,†tegasnya.
Menindaklanjuti hal itu, Pemdes meminta BLH untuk menyampaikan temuannya langsung ke perusahaan. Sebab, hingga kini persoalan bising belum terselesaikan.
Sementara, Field Admin Superintendent, JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dijumpai di Tuban beberapa waktu lalu tidak mengelak soal kebisingan tersebut. Ditanya soal solusi, pihak perusahaan bakal meningkatkan penghijauan sekitar Pad A, sehingga mampu meredam suara bising.
“Kami akan tingkatkan terus penghijauan,†singkatnya. (Aim)