Berharap SKK Migas-KKKS Punya Inovasi Baru Hadapi Penurunan Produksi Minyak Blok Cepu

Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari.
Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berharap kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memiliki inovasi baru terhadap kabar penurunan produksi yang terjadi di Blok Cepu.

Terkait informasi penurunan produksi minyak di ladang migas Banyu Urip, Blok Cepu, yang dioperatori oleh Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) ini, politikus perempuan yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Timur itu mengaku sebetulnya belum mendapat konfirmasi secara langsung dari SKK Migas.

“Karena beberapa waktu lalu ketika kami RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan SKK Migas, beliau masih ada target untuk 1 juta barel per hari (bph) di 2030, jadi kita masih optimis atas hal itu,” kata Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari kepada SuaraBanyuurip.com dikutip Senin (18/12/2023).

Namun begitu, jika masalah penurunan produksi ladang migas yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tersebut disebabkan oleh natural decline atau penurunan secara alami, Ratna menyatakan dapat memaklumi kondisi ini.

Baca Juga :   BP. Migas Minta JOBP-PEJ Revisi Pengembangan Sukowati

Kendati, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) kelahiran Tuban ini masih berharap kepada pihak SKK Migas dan KKKS memiliki inovasi-inovasi yang lain untuk bisa mempertahankan produksi dan lifting migas terutama di Blok Cepu dan blok migas lainnya di Indonesia.

“Sehingga kita bisa menekan jumlah impor migas dalam setiap tahunnya,” ujarnya saat wawancara cegat usai meresmikan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Berkenaan persoalan penurunan produksi dan hubungannya dengan target produksi minyak 1 juta bph, Ratna masih berkeyakinan bahwa SKK Migas punya banyak strategi baru dalam menghadapi masalah tersebut. Disebutkan, contohnya adalah EOR (Enhanced Oil Recovery), walaupun dinilai belum masif.

“Selain itu juga ada strategi berupa memaksimalkan sumur-sumur tua yang selama ini belum dielaborasi (penggarapan) dengan baik, jadi kami masih yakin SKK Migas dan KKKS bisa memenuhi target produksi 1 juta bph,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan, produksi dari Lapangan Banyu Urip menjadi andalan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan minyak nasional. Karena itu, EMCL sebagai operator, melakukan berbagai upaya agar produksinya bisa sesuai target.

Baca Juga :   Pengangkutan Minyak TBR Libur Dua Hari

Sebab, lanjut Rexy, produksi di Lapangan Minyak Banyu Urip sekarang ini terus mengalami penurunan. Namun, ada beragam upaya yang bisa dilakukan agar produksinya stabil sesuai target. Mulai dari menjaga kinerja sumur, hingga penambahan sumur baru.

Untuk menjaga kinerja sumur lapangan Banyu Urip, kata Rexy, EMCL melakukan pemeliharaan terhadap alat-alat dan membuat terobosan-terobosan teknologi agar mampu memaksimalkan potensi.

“Dalam rangka menjaga operasi tetap aman dan andal pada Fasilitas Pemrosesan Pusat (CPF) Lapangan Banyu Urip, EMCL melakukan pemeliharaan fasilitas sejak tanggal 12 November 2023 hingga beberapa hari kedepan,” ucap Rexy kepada suarabanyuurip.com, Selasa (14/11/2023).(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *