Pemdes Kesulitan Usulkan Program CSR

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku, kesulitan mengusulkan program Corporate Social Responsibility (CSR), kepada operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Tercatat, selama tiga periode terakhir seluruh program CSR sudah diplot langsung dari perusahaan.

“Setiap program yang kami usulkan tidak pernah di ACC,” kata Kepala Desa Kebonagung, Sulistiyowati, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (7/6/2016).

Dia menjelaskan, setiap kali koordinasi dengan perwakilan perusahaan tidak pernah diberikan penjelasan detail. Baik soal keefektifan program, maupun pendampingan pasca pelatihan.

“Pernah juga minta copyan program tidak diberi,” imbuh Sulistiyowati.

Alasannya dari perusahaan sudah ada program CSR bagus. Pemdes silahkan menyetujuinya dan tidak usah banyak argumen. Selain itu, hampir 80 persen program yang disodorkan perusahaan ke desa tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Contohnya Desa minta bantuan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), malah diberi pelatihan membuat kerajinan,” tambahnya.

Parahnya lagi, ketika realisasi program CSR tidak jarang melenceng dari hasil koordinasi. Dia mencontohkan, ketika koordinasi Pemdes minta bantuan pengobatan gratis, tapi pas realisasi malah diberi MCK.

Baca Juga :   Pertamina EP Asset 4 Beri Pengobatan Gratis Warga

Sebenarnya apa yang diinginkan perusahaan minyak ini. Meskipun Desa Kebonagung tidak termasuk daerah terdampak gas buang (flare), tapi perlu diingat bahwa Desa Kebonagung menjadi pintu gerbang masuk ke Tapak Sumur (Pad) A, B maupun C.

“Kalau sampai warga bereaksi jangan salahkan Pemdes,” tambahnya.

Semestinya, selaku desa ring 1 memperoleh hak serupa wilayah terdampak lainnya. Semisal Desa Bulurejo, Rahayu, Sokosari, dan Desa Sumurcinde.

“Pemdes hanya ingin aspirasi dari desa juga dipertimbangkan, soalnya tidak semua masyarakat menerima program yang diplot JOB P-PEJ,” pintanya.

Hingga berita ini ditulis, Suarabanyuurip.com masih berusaha menghubungi Field Admin Superintendent, JOB P-PEJ, Akbar Pradima. Beberapa panggilan yang dilayangkan sejak pukul 15:00 WIB, belum ada jawaban.

Hanya terdengar nada sambung aktif, tapi tidak diangkat. Selain itu, pesan WhatsApp hanya dibaca tidak juga dibalas.

Diketahui, Desa Kebonagung tahun 2013 tidak menerima bantuan CSR sekalipun. Program CSR baru ada pada pertengahan tahun 2014, dan terealisasi 2015. Sedangkan untuk program CSR tahun ini belum terealisasi. (Aim)

Baca Juga :   Tanam 800 Pohon di Jalur Dandeles

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *