SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – PT Pertamina (Persero) memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG), selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1437 H aman. Sebab, Pertamina telah memperbanyak outlet Bahan Bakar Khusus (BBK), baik curah maupun kemasan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
“Kami siap menemani dan melayani masyarakat konsumen BBM maupun LPG selama 24 jam,†kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (6/6/2016).
Pihaknya bakal menambah pasokan produk LPG Pertamina, serupa Bright Gas, maupun Ease Gas. Rata-rata penambahannya kisaran 5% sampai 15%, serta penambahan waktu operasional depot, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) dan agen. Supaya masyarakat mudah mendapatkan LPG 3 Kg dan 12 Kg.
Dia memproyeksikan pemakaian premium saat lebaran lebih besar dibandingkan solar. Sesuai catatan tahun sebelumnya, konsumsi premium naik 15 persen pada H-15 hingga H+15 lebaran. Kenaikannya dari rata-rata harian normal 71.906 Kiloliter (Kl) menjadi 82.496 Kl. Sedangkan penggunaan solar bersubsidi dipastikan turun 12 persen. Dari rata-rata harian normal 35.173 KL menjadi 31.118 KL.
Kenaikan signifikan diproyeksikan terjadi pada Pertamax sekira 17% menjadi kurang lebih 12.000 KL. Serta Pertalite akan melonjak 43% menjadi 10.200 KL per hari. Proyeksi kenaikan juga terjadi pada LPG naik 9% dari rata-rata harian normal 20.866 MT menjadi 22.622 MT.
“Pertamina terus upayakan stok BBM dan LPG Nasional dalam kondisi aman,†imbuh Wianda.
Tercatat, ketahanan stok Premium akan mencapai 17 hari, Solar 28 hari, dan Avtur 25 hari. Seiring dengan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite, Pertamina menjaga stok Pertamax 25 hari, Pertalite 7 hari, LPG 17 hari.
Serupa tahun sebelumnya, Pertamina telah membentuk Posko Satuan Tugas (Satgas) untuk pemantauan ketersediaan BBM dan LPG. Serta kesiapan pelayanan kepada konsumen, baik di Kantor Pusat maupun setiap kantor Region Pertamina.
Beberapa langkah yang disiapkan Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG, meliputi monitoring stok BBM dan Avtur di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di seluruh Terminal BBM dengan sistem komputerisasi SIM S&D (Sistem Informasi Management Supply & Distribution), pengoperasian Terminal BBM, SPBU, dan SPBBE sepanjang 24 jam.
“Khususnya di sepanjang jalur mudik utama mulai jalur Pantura, Tengah, dan Selatan Jawa, di Banyuwangi untuk penyeberangan menuju Bali, dan Merak menuju Sumatera,†tambahnya.
Selain itu, switching tangki timbun di Terminal BBM dan SPBU untuk antisipasi lonjakan permintaan Premium dan Pertamax. Diikuti dengan penambahan atau switching mobil tangki ke Premium. Pertamina juga menyiapkan titik-titik SPBU kantong di wilayah mudik, serta menyediakan 32 titik SPBU Transit khusus sepeda motor.
Penambahan pasokan LPG Public Service Obligation (PSO), dan Non PSO khususnya di daerah-daerah yang diperkirakan terjadi peningkatan demand. Pertamina juga telah menunjuk agen, dan pangkalan siaga LPG dengan memaksimalkan SPBU dan modern retail outlet.
Disamping itu pula, berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan instansi setempat untuk ketertiban harga jual dan penyediaan kebutuhan LPG.
“Kami berharap partisipasi aktif dari masyarakat apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi BBM dan LPG,†pungkasnya. (Aim)