SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, baru berencana membentuk jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru PT Ronggolawe Sukses Makmur (RSM) pada akhir 2016 mendatang. Sebab, saat ini masih proses pengurusan izin dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Akhir tahun ini kami targetkan direksinya sudah ada,†kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (8/6/2016).
Pemda memproyeksikan setelah terbentuk direksi, pihaknya baru bisa menentukan program kerja. Intinya fokus ke Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Ditanya soal program unggulan BUMD tersebut, pihaknya belum dapat membeberkannya. Soal program kerja dia menyebut wewenangnya direksi PT RSM. Pemda hanya memberikan pertimbangan soal dampak pendapatan bagi daerah.
“Tunggu saja setelah direksinya terbentuk,†imbuh Pria yang dulunya menjabat sebagai Kepala Bappeda Tuban ini.
Sebagaimana diketahui, PT RSM selaku BUMD Kabupaten Tuban, telah diberi izin SKK Migas untuk  mengelola gas buang (flare) proyek eksploitasi Lapangan Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban yang di operatori Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Ditanya soal berakhirnya masa kontrak Blok Tuban awal 2018. Pihaknya tidak banyak berkomentar. Hanya saja optimis dalam waktu dua tahun pengelolaan gas flare menguntungkan bagi daerah.
“Kami hanya berharap pengelolaan gas buang ini memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.†harapnya.
Tercatat, usulan pengelolaan gas flare JOB P-PEJ telah disampaikan dewan dalam kunjungan pertama tahun 2015 lalu ke kantor SKK Migas di Jakarta. Saat itu anggota DPRD Tuban mendapatkan lampu hijau, dan keterangan positif dari SKK Migas. (Aim)