SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Gas murah rumah tangga program city gas bagi warga di sekitar Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, terancam molor lagi.
Sebagaimana di ketahui, bahwa sebelum puasa pada bulan Juni 2016 program gas murah rumah tangga itu bisa dinikmati rumah tangga. Tetapi hingga saat ini belum terwujud.
Edy Sukamto, Manager PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Semarang, menyatakan, jika pihaknya masih menunggu hasil HAZZOPS yang dilakukan oleh Insitut Teknologi Bandung (ITB). Pihaknya juga mengaku masih melakukan koordinasi dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Dari sisi PGN, kami sudah siap. Tinggal nunggu dari sisi suplai,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (9/6/2016).
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto mengatakan, Pertamina EP sudah ready dalam pengaliran gas ke masyarakat.
“Yang penting prinsip pengaliran gas tersebut sudah memiliki Gas In Procedure dan mengacu pada pengamanan identifikasi hazard/bahaya bisa dimitigasi. Nah, Pertamina EP berupaya mengamankannya untuk masyarakat hingga sejauh itu,” kata Agus, kepada suarabanyurip.com.
Informasi yang dihimpun, tim dari ITB Bandung hingga kini masih melakukan identifikasi kandungan gas Central Processing Plant (CPP) yang akan dialirkan ke rumah warga. Pihak PGN menunggu hasil rekomendasi HAZOPS oleh ITB tersebut, sebelum diputuskan akan memasang alat penyaring gas.
Terkait identifikasi tersebut, Agus Amperianto mengungkapkan, yang diidentifikasi adalah pengamanan atas impurities gas  saat dialirkan, jangan sampai membahayakan pada konsumen di rumah tangga.
“Dimitigasi risikonya terhadap kebocoran, analisa tekanan gas dan lain-lain. Secara prinsip, Pertamina EP sudah siap untuk mengalirkan gas ke konsumen, sepanjang sistem pengamanannya sudah disiapkan juga oleh rekan-rekan PGN,” ungkapnya.(ams)