SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro memperhatikan tenaga kerja (Naker) asing yang ada di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Di Blok Cepu informasinya ada Naker Asing yang tinggal di Bojonegoro, ini perlu dipantau,” kata Sekretaris Komisi C, Supriyanto, Selasa (17/3/2020).
Adanya Naker asing di Lapangan Migas, Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) harus diawasi dan diperiksa secara rutin. Jangan sampai, lolos perhatian dan akhirnya kecolongan.
“Harus dipantau terus itu, yang kerja di Blok Cepu. Dinkes sudah pernah kesana atau belum?,” tukasnya.
Politisi asal Partai Golongan Karya (Golkar) ini khawatir jika masih ada tenaga kerja di EMCL yang keluar masuk Bojonegoro tanpa pengawasan. Tidak hanya Naker asing, tetapi juga lokal yang bepergian ke daerah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
“Tidak hanya di EMCL saja, tapi juga lapangan migas lainnya seperti Jambaran-Tiung Biru oleh PEPC dan Lapangan Sukowati oleh Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Bojonegoro, Ani Pudjiningrum, menegaskan, telah melakukan pemeriksaan dan pemantauan di Blok Cepu untuk memastikan tidak ada pekerja yang terjangkit Virus Corona atau Covid-19.
“Ada tiga Naker Asing di Blok Cepu yang memang tidak diperbolehkan kembali ke negara asal terlebih dahulu. Kami sudah kesana dan melakukan pemeriksaan,” tandasnya.
Juru bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan, saat ini EMCL terus memantau perkembangan situasi ini dengan berpedoman pada anjuran dari otoritas terkait.
Keselamatan kerja adalah komitmen utama di ExxonMobil. Lingkungan kerja yang aman akan selalu menjadi prioritas utama EMCL.
“Kami memiliki tahapan proses dalam merespon wabah penyakit menular,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, jika sekarang ini tidak ada lagi pergerakan tenaga kerja (Naker) asing yang keluar masuk ke wilayah Bojonegoro.
“Hal itu disampaikan kepada kami oleh pihak Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) sendiri selaku operator Blok Cepu,” kata Kepala Disperinaker, Agus Supriyanto, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (10/3/2020).
Dia mengungkapkan, sejak Januari 2020, sudah tidak ada lagi tenaga kerja asing yang bertugas di wilayah Bojonegoro dari kegiatan Blok Cepu. Bahkan, pasca instruksi dari ExxonMobil, semua tenaga kerja yang sudah ditetapkan penempatannya, tidak akan dipindah-pindah lagi karena dampak penyebaran virus Corona.
“Yang tugas di Bojonegoro ya tetap disini, yang diluar negeri ya tetap diluar negeri sana. Tidak lagi bertugas kesana kemari,” tandasnya.(rien)