SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah nelayan tradisional Kelurahan Karangsari, dan Kingking, Kecamatan Tuban, Jawa Timur hingga kini mengaku masih kesulitan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Sebab tidak satupun SPBU di Kecamatan Tuban, mau melayani permintaan Solar hingga ratusan liter.
“Cukup sulit memperoleh solar,†kata seorang nelayan Karangsari, Wawan, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (9/6/2016).
Dia menjelaskan, beberapa tahun lalu cukup membawa surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban sudah cukup. Tapi semenjak ada regulasi baru sudah tidak diperbolehkan membeli di SPBU.
“Katanya sudah ada SPBU khusus nelayan,†imbuhnya.
Nelayan lain, Warsiman, juga menyatakan hal serupa. Selama ini kesulitan mendapatkan Solar dalam jumlah banyak. Beberapa nelayan harus membelinya di kecamatan lain, serupa Kecamatan Palang, maupun Jenu.
Terpisah, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Muslih, membenarkan kalau nelayan Kecamatan Kota dilematis mendapatkan BBM. Sesuai hasil koordinasi bersama PT Pertamina, dan Pemda. Di Kabupaten Tuban hanya ada empat stasiun yang menyediakan BBM secara khusus bagi nelayan.
“Ada 4 lokasi SPBU khusus untuk nelayan,†sambungnya.
Dua SPBU khusus nelayan milik PT Pertamina terletak di Tempat Pelalangan Ikan (TPI), Desa Karangagung, Kecamatan Palang, dan di TPI Bulu, Kecamatan Bancar. Sedangkan dua AKR swasta berada di Desa Keradenan, Kecamatan Palang, dan di Kecamatan Jenu.
“Nelayan Tuban jatahnya berada di AKR Jenu,†jelasnya.
Dia mengakui, meskipun sudah tersedia Solar, tapi ada satu problem yang belum terselesaikan. Soal pendistribusian ke nelayan Kecamatan Kota. Sebab hingga kini jatah di AKR Jenu terus surplus.
Mengantisipasi tingginya kebutuhan solar bagi nelayan, pihaknya bakal mengupayakan tengkulak solar. Dimana tengkulak tersebut bekerjasama dengan AKR untuk memenuhi kebutuhan nelayan.
“Solusi sementara ada tengkulak Solar bagi nelayan,†pungkasnya. (Aim)