SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Pemerintah Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berharap program tanggungjawab sosial persuahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tahun 2016 dari operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) segera terealisasi. Tercatat mayoritas program CSR yang disepakati kedua belah pihak fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami minta segera dimulai CSR tahun ini mengingat sudah masuk bulan Juni,†kata Kepala Desa Kebonagung, Sulistiyowati, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya, Jumat (10/6/2016).
Pihaknya mengaku jumlah nominal CSR dari perusahaan fluktiatif. Dari tahun ke tahun jumlahnya menurun. Dia mensinyalir kondisi itu dampak dari menurunnya cadangan minyak, serta wilayahnya hanya menjadi pintu masuk menuju Tapak Sumur (Pad) A, B, dan C.
“Hanya saja kalau program CSRnya cepat terealisasi lebih efektif penyerapannya bagi masyarakat,†imbuhnya.
Beberapa program CSR yang 70 persennya diplot perusahaan, kini tinggal menunggu waktu realisasinya. Tahun ini jumlah totalnya Rp 129 juta, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu kisaran Rp 170 juta.
Di antara program CSR tahun 2016 meliputi, pelatihan keterampilan pemberdayaan perempuan anggarannya Rp 5 juta, program fogging Rp 5 juta, peningkatan usaha kelompok menjahit Rp 5 juta, peningkatan sarana pendukung usaha kecil keluarga Rp 5 juta, dan pengembangan pengelolaan sampah dan ekonomi produktif Rp 5 juta.
Sedangkan program lainnya, pelatihan dan sertifikasi Tenaga Kerja (Naker) lokal Rp 10 juta, pelatihan pembuatan pupuk organik Rp 10 juta, pemberian beasiswa keluarga miskin dan prasejahtera Rp 5 juta, pelatihan tenaga medis kader posyandu Rp 6 juta, pembangunan MCK Rp 6 juta, pemberian makanan balitan dan Lansia Rp 4 juta.
Usaha yang dikelola Karang Taruna Rp 21 juta, pelatihan keterampilan pemberdayaan perempuan Rp 4 juta, pemanfaatan pekarangan untuk budidaya srikaya jumbo Rp 15 juta.
“Ada lagi pengembangan sentra pertanian Rp 10 juta, dan penyuluhan dan pengelolaan sampah untuk bank sampah Rp 10 juta,†tambahnya.
Pemdes berharap serangkaian program peningkatan SDM segera dimulai karena hanya ada sisa waktu 6 bulan untuk merealisasikan semuanya. “Kami hanya berdoa supaya program itu optimal,†jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, suarabanyuurip.com, masih berusaha menghubungi Field Admin Superintendent, Job P-PEJ, Akbar Pradima. Dia belum dapat menjelaskan detail perihal realisasi CSR.
“Maaf saya masih di Jakarta, Senin depan kita kontak-kontak lagi,†ucapnya singkat.
Diketahui, selama kepemimpinan Kades baru, Desa Kebonagung tahun 2014 tidak memperoleh CSR sekalipun. Padahal pada saat itu proposal sudah diminta oleh perwakilan perusahaan, tapi hingga akhir tahun tak kunjung ada jawaban.(aim)