SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta supaya pemkab setempat segera merealisasikan sodetan, agar dapat menanggulangi banjir bandang yang sering terjadi di wilayah selatan Bojonegoro.
Meski demikian, pembuatan sodetan untuk mengatasi banjir bandang butuh kajian terlebih dahulu.
“Kami menyarankan dilakukan kajian terlebih dahulu agar tepat sasaran. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia,” ujar Ketua Komisi A, Sugeng Hari Anggoro, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (11/6/2016).
Menurutnya, pembuatan sodetan masih dikhawatirkan belum mampu menyelesaikan masalah banjir bandang yang sangat merugikan masyarakat.
“Kami harap ini segera terwujud, karena kasihan masyarakat yang harus merugi akibat adanya banjir bandang ini,” tukasnya.
Sementara itu, Camat Temayang, Mochlisin Andi, menyampaikan, banjir bandang tidak akan bisa teratasi jika belum dibangun sodetan. Dalam upaya pembangunan sodetan tersebut, pihaknya juga telah mengirim surat kepada Perhutani.Â
“Surat sudah turun dan disetujui oleh pihak Perhutani dengan syarat adanya kerjasama,” ujarnya.
Hal ini menyusul banjir bandang yang terjadi di Dusun Sugihan, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang menjadi permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Â
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andi Sujarwo, mengatakan, pihaknya selama ini sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi terjadinya banjir bandang di Bojonegoro.
“Salah satunya dengan normalisasi tebing, dan menahan sedimen,” imbuhnya.
Namun upaya yang paling memungkinkan yakni membuat sodetan. Rencananya, sodetan akan dibuat sepanjang 780 meter dengan lebar 50 meter. (Rien)