SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Taslim Z.Yunus menegaskan, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tidak boleh meningkatkan produksi lebih dari 165.000 barel per hari (Bph).
“Karena didalam rencana pengembangan lapangan atau Plan Of Development (PoD) dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), EMCL hanya boleh berproduksi maksimal 165.000 Bph,” tegasnya, saat dihubungi Suarabanyuurip.com melalui telepon, Sabtu (11/6/2016).
Besar kemungkinan, keinginan EMCL untuk meningkatkan produksi hingga 200.000 Bph tidak akan tercapai karena tidak mendapat persetujuan dari SKK Migas.
Selain itu, peningkatan produksi harus dilihat dari segi perhitungan di bawah permukaan. Karena, apabila produksi ditingkatkan hingga 200.000 bph, maka masa puncak produksinya akan semakin pendek.
“Apalagi kapasitas Blok Cepu hanya 185.000 bph,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, meski melebihi kapasitas, EMCL memberikan sinyal ingin meningkatkan jumlah produksinya di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Juru Bicara dan Humas EMCL ‎Rexy Mawardijaya menjelaskan, setelah berproduksi melebihi dari target sebagaimana yang tercantum dalam PoD sebesar 165 ribu Bph pada bulan Maret lalu, EMCL telah meningkatkan produksi sebesar 185 ribu Bph dari Central Processing Facility (CPF).
“Sesuai batas yang disetujui,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com saat disinggung soal skenario peningkatan jumlah produksi pada Kamis (2/6/2016).
Rexy menegaskan, pihaknya akan terus menentukan pilihan terbaik untuk memaksimalkan jumlah produksi dari CPF. Karena itu, EMCL akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk berproduksi lebih dari kapasitas CPF sebesar 185 ribu bph. Alasannya, papar Rexy, demi mendukung jumlah produksi nasional.
“Sekaligus mengurangi impor minyak mentah,” tuturnya. (Rien)