SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, meminta seluruh masyarakat pesisir dan nelayan tradisional untuk mewaspadai datangnya angin puting beliung. Angin tersebut masih menjadi ancaman serius sepanjang gelombang laut utara masih tinggi.
“Potensi masih ada dan masyarakat harus tetap waspada,” kata Menejer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Tuban, Frans Supriyadi, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (15/6/2016).
Perlu dipahami, puting beliung atau kerap dikenal angin leysus memiliki kecepatan 63 Km/jam. Rata-rata angin ribut tersebut berlangsung selama 5 menit, dan bergerak secara garis lurus.
Meskipun selama ini angin puting beliung terjadi di siang hari. Tapi tidak menutup kemungkinan datang saat malam. Sebab masa pancaroba atau trasisi diprediksi berlangung hingga awal bulan September 2016.
“Ditengarai saat ini angin munson timur masih kuat,” imbuh Frans.
Dia menjelaskan, angin puting beliung sangat berbahaya. Semua benda yang berada di jalurnya akan terlempar dan porakporanda. Serupa insiden puting beliung di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, hari Selasa (15/6) sekitar pukul 13:30 WIB kemarin.
“Tercatat ada 11 rumah yang diterjang, namun hanya dua rumah yang rusak berat,” tambahnya.
Rumah tersebut milik Masrokah, Basar, Saiful, Bakir, Pujiono, Latif, Warsijan, Suwarjo, Markamah, Sawito, dan Tardi. Dari jumlah tersebut hanya rumah Tarji (58), yang rusak berat. Kerugian ditaksir Rp 2 juta.
“Lainnya milik Suwito, tiga lembar esbes atap rumahnya hilang,” jelasnya.
Sebagai bentuk tali asih Pemda melalui BPBD Tuban, memberikan bantuan paket Sembako kepada korban. Meskipun bantuan tersebut tidak dapat mengganti kerugian, minimal meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Mengantisipasi hal serupa, masyarakat yang memiliki gadget maupun yang paham Informasi Teknologi (IT), diminta selalu mengupdate prakiraan cuaca dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatim.
Selain di Kecamatan Palang, potensi tersebut juga mengancam pemukiman Kecamatan Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Kecamatan Bancar. Intinya pemukiman sepanjang 65 Km utara Tuban rawan bencana.
Diketahui, saat ini tinggi gelombang di utara laut Tuban berkisar 0,8 hingga 2,0 meter. kecepatan angin di laut 2 sampai 24 knots, sedangkan kecepatan angin di darat 35 Km/jam.
“Apabila ada awan Culumonimbus (Cb) akan menambah kecepatan angin dan berpotensi datangnya puting beliung,” pungkasnya. (Aim)