PEP Adakan Syukuran Tajak Sumur Tapen 2

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu, telah mengadakan syukuran pemasangan tajak pemboran Sumur Tapen 2, di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Acara tersebut sebagai tanda dan bukti P EP, atas izin kegiatan eksplorasi sumur Tapen untuk ketiga kalinya.

“Adanya syukuran ini semoga PEP lebih dekat dengan masyarakat Tapen,” kata Field Manager PEP Asset IV, Agus Amperianto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (15/6/2016).

Dia menjelaskan, nantinya eksplorasi Sumur Tapen diprakirakan sampai di kedalaman 2.700 hingga 3.000 meter. Tetapi pihaknya berharap kedalaman pemboran tidak sampai titik tersebut. Sebab, kedalaman tersebut bakal menjadi titik pemboran terdalam di Tuban untuk industri Minyak dan Gas Bumi (Migas).

“Nantinya akan mengalahkan kedalaman sumur Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko,” imbuh Agus.

Dari kedalaman tersebut diprakiran mampu memproduksi minyak kisaran 250 Barel Per Hari (Bph). Meskipun ada pengurangan kisaran 10 hingga 11 persen, pihaknya memastikan Tapen 2 bakal berproduksi sampai 10 tahun mendatang.

Baca Juga :   Ratusan Sopir Dump Truck EPC- 1 Dilatih Safety

Ketika ditanya soal cadangan minyak sesuai penghitungan ahli geologi, pihaknya enggan membeberkan data secara detail.

“Jumlah validnya saya kurang ingat,” tambahnya.

Meskipun demikian, Pertamina EP berharap besar Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoharjo, dan masyarakat ring 1 mendukung proses eksplorasi produksi Tapen 2. Sehingga produksi aset Negara dapat dijaga dan ditingkatkan.

Diketahui, dalam syukuran tajak sumur, dan doa bersama ini langsung ditutup buka bersama di lokasi Tapen 2. Hadir pula perwakilan manajemen Pertamina EP di lapangan, beserta para kontraktornya. Serta jajaran Muspika Senori, dan Bangilan, perangkat desa setempat, serta tokoh masyarakat dari dua kecamatan tersebut.

“Kami harapkan dukungan dari semua pihak termsuk masyarakat sekitar. Sebab PEP memastikan tanpa dukungan dari masyarakat tentunya kegiatan eksplorasi tidak akan berhasil,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *