Lokalisasi Cepu Tetap Buka Layanan

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Dua lokalisasi di wilayah Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, tetap buka dan melakukan aktivitas seperti biasa. Dua lokalisasi itu adalah Nglebok di Kelurahan Tambakromo dan Sumber Agung di Kelurahan Karangboyo. Namun ada pembatasan minuman keras dan karaoke.

Lurah Tambakromo, Tarkun, menyatakan, jika lokalisasi Nglebok masih buka dan memberikan jasa pelayanan. Hanya saja ada batasan yang diberlakukannya.

“Kalau karaoke kami minta untuk berhenti total. Karena hal itu yang membuat mencolok, termasuk minuman keras supaya secara tertutup,” kata Tarkun, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (17/6/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada penghuni lokalisasi tersebut. “Yaitu di bulan ramadhan ini untuk kegiatannya dikurangi,” ucapnya.

Sementara, Lurah Karangboyo, Eny Rachmawati mengkalim, jika pada bulan ramadhan ini lokalisasi di Sumber Agung berhenti total.

“Lingkungan setempat sudah tahu diri untuk membuat pengumuman untuk tidak melakukan operasi pada saaat bulan Puasa,” ujarnya.

Pernyataan lurah Karangboyo tersebut dibantah oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cepu, Supriyadi. Menurutnya, lokalisasi tersebut masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Baca Juga :   Camat Sibuk Kampanye Tunjangan Perangkat Tersendat

“Akan tetapi aktivitas mereka dibatasi dengan datangnya bulan Ramadhan,” ujarnya.

Dari catatan TKSK, terdapat 64 PSK di Nglebok dan 74 di Sumber Agung. Jumlah tersebut tidak bisa digunakan patokan, karena penghuni di lokalisasi selalu berubah-ubah.

“Kebanyakan mereka berasal dari luar kota,” terangnya.

Terkait penghuni lokalisasi, Lurah Tambakromo, Tarkun, tidak menutup kemungkinan jika penghuni lokalisasi di wilayahnya berasal dari Doli Surabaya. Dan jumlahnya pun berubah-ubah karena sering keluar masuk.

“Dari data yang kami peroleh, mereka datang dari Jepara, Pati, Juwana, Semarang, Bojonegoro, Ngawi, Kediri, dan beberapa kota lain. Bahkan ada yang berasal dari Doli Surabaya. Dari Cepu hanya Empat orang yang menghuni lokalisasi,” ujarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *