SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu berharap harga minyak mentah dunia bisa kembali normal hingga USD 80 per barel karena berpengaruh pada kelangsungan produksi minyak dan gas di Sumur Tiung Biru (TBR).
“Jatuhnya harga minyak mentah dunia saat ini yakni USD 50 per barel berpengaruh pada kondisi Sumur TBR,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset IV, Agus Amperianto, Sabtu (18/6/2016).
Dengan kondisi tersebut, pihaknya harus melakukan seleksi prioritas dengan mempertimbangkan biaya, resiko, dan keekonomian sumur.
Menurutnya, jika harga minyak pada puncak keekonomian yang diinginkan, paling tidak rebound pada USD 80 per barel, maka sepertinya kegiatan yang berada di frontier atau wilayah-wilayah sulit dan penuh tantangan akan coba diintensifkan kembali.
“Turunnya harga minyak dunia bisa menjadi suatu kerugian bagi perusahaan energi, itu yang perlu diwaspadai,” tukasnya.
Hal ini juga yang membuat Pertamina EP Asset IV belum ada rencana pengembangan di Tiung Biru (TBR). Meski begitu, masih akan fokus pada Tapen Develoment tahun ini dan mendatang.
“Saat ini produksi minyak di TBR sekitar 900 – 950 bopd fluktuasi per hari,” ungkapnya.
Dia menegaskan, kalau sumur sudah beberapa lama diproduksikan sudah pasti terjadi ‘decline’Â penurunan produksi, sehingga menjadi tantangan bagi engineer di Pertamina untuk mempertahankan decline tersebut.
“Kami juga memantau performance operasional sehari-hari agar produksi bertahan sesuai life time cycle yang diperkirakan,” pungkasnya.(rien)