SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) menjelaskan, selama bulan Ramadhan pihaknya memperoleh jatah 14.483 tabung LPG setiap harinya. Tambahan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan permintaan konsumen yang berdampak pada kelangkaan LPG.
“Setiap hari selama bulan puasa Tuban memperoleh tambahan 14.483 tabung gas,†kata Kabid Perdagangan, Disperpar Tuban, Bhismo Setya Adji, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (18/6/2016).
Penambahan tabung LPG tersebut khusus untuk ukuran 3 Kilogram (Kg). Pasokan mulai didistribusikan sejak tanggal 8 Juni hingga lebaran idul fitri nantinya.
“Kami harapkan tidak ada kelangkaan serupa tahun sebelumnya,†imbuh Bhismo.
Sesuai penghitungannya belasan ribu tabung tersebut, mampu mencukupi kebutuhan 20 kecamatan di Tuban. Mengantisipasi praktik monopoli tabung, pihaknya bersama Pertamina akan bersinergi melakukan pengawasan.
“Apabila terbukti monopoli akan kami tindak sesuai aturan,†tambahnya.
Sebelumnya konsumsi tabung LPG pada hari normal hanya 32.717 per hari. Memasuki bulan puasa ditambah 6 persen, sehingga jumlahnya menjadi 14.483 tabung per hari. Totalnya selama bulan Ramadhan Tuban memperoleh suplai 47.200 tabung LPG.
Hasil survey lapangan saat ini harga eceran LPG dari Pertamina Rp16.000 per tabung. Apabila ada selisih seribu menjadi Rp17.000 per tabung itu wajar. Sebab ada biaya transport dari para agen LPG.
“Kita akan pantau terus harga LPG jangan sampai menembus Rp 22 ribu per tabung serupa tahun 2015 lalu,†jelasnya.
Diketahui, sebelum bulan puasa Pemda telah mengajukan tambahan tabung 10 persen dari jatah selama tahun 2016. Tercatat jatah selama tahun 2016 hanya 10.839.578 tabung LPG 3 Kg. Menjelang bulan puasa pihaknya mengajukan kembali menjadi 11.919.578 tabung LPG. (Aim)