Korban Terdampak Memilih Bertahan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

 Tuban – Sebanyak 60 persen dari 950 warga tedampak banjir bandang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bagian Selatan memilih bertahan di kediamannya. Meskipun luapan Kali Kening mengintai, warga tidak mengkhawatirkan resiko tersebut.

“Saya percaya kalau banjir ini segera surut,” kata seorang warga Dusun Sukorejo, Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Tuban, Nasrul (55), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kediamannya, Senin (20/6/2016).

Kepercayaan tersebut yang mendorong warga terdampak banjir di Kecamatan Bangilan, tidak berbondong- bondong mengungsi ke lokasi yang aman. Mereka menganggap banjir sudah hal biasa setiap tahun, namun kali ini debitnya paling besar.

Apabila dibandingkan tahun sebelumnya banjir hanya setinggi lutut orang dewasa. Tetapi hujan deras di daerah hulu, mengakibatkan anak Sungai Bengawan Solo, Kali Kening meluap seketika pada hari Minggu (19/6) dini hari.

“Ketinggian paling parah mendekati dagu orang dewasa atau sekira 2 meter,” imbuh nasrul sambil menunjukan batas ketinggian air di rumahnya.

Musibah banjir pada pertengahan tahun ini, telah merendam tiga rumah warga. Sedikitnya ada 10 anggota keluarga yang terdampak dari 3 Kepala Keluarga (KK). Meliputi Mardam (70), Nasrul (55), dan Subandi (44).

Baca Juga :   Brimob Perketat Pengamanan Jelang Lebaran

“Kami kaget pada saat sahur air sudah menggenangi seisi rumah,” tambahnya.

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, bersama warga lainnya bergotong royong menyelamatkan hewan ternak, bahan pangan, dan pakaian korban.

Sementara, salah satu perangkat Desa Mergosari, Irsyadul Ibad, membenarkan ada 3 KK yang terdampak banjir. Luapan air datang mulai pukul 03:00 WIB, dan puncaknya pukul 07:00 WIB pagi.

“Puncak ketinggian banjir nyaris menyentuh atap rumah,” sambungnya.

Untuk meringankan kesulitan warganya, pihaknya menggerakkan pemuda desa untuk menggalang swadaya. Hasilnya langsung diberikan korban terdampak banjir Kali Kening.

Selain 3 KK tersebut, di ujung desa juga ada 9 KK yang nyaris terseret banjir. Sebab jarak rumah dengan tepi sungai hanya 1 meter. Posisi tidak menguntungkan lantaran 9 KK tersebut dikepung sungai.

“Kami pastikan aman karena sudah dipasang tebing sungai setinggi 20 meter,” jelasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *