SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir menggunakan mesin penyedot di sepanjang Sungai Bengawan Solo semakin parah.
Kabid Pengawasan dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, BLH, Suliana, mengatakan, penyedotan pasir menggunakan mesin membahayakan lingkungan di kemudian hari.
“Terlebih, pada saat musim hujan akan menyebabkan longsor,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com.
Pihaknya berharap, masyarakat, aparat desa dan Muspika untuk proaktif melarang penambang pasir menggunakan mesin mekanik. Sebab, penambangan secara mekanik tidak ramah lingkungan.
Saat ini, beberapa kondisi bantaran bengawan yang kondisinya cukup parah ada di sepanjang bengawan yang melintas di Kecamatan Kalitidu, Kasiman, dan Purwosari.
“Dampak penambangan menggunakan mesin terjadi retakan tanah, bisa melongsorkan tanah dan bangunan di dekat bengawan,” tegasnya.
Data dari Balai Besar Bengawan Solo menyebutkan, ada 223 penambang pasir menggunakan mesin mekanik dan 70 penambang manual. (Rien)