SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Keberadaan proyek minyak dan gas bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu setidaknya dapat membuat perkembangan baik pembangunan infrastruktur desa maupun lainnya di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur semakin pesat. Salah satunya tentang wacana proyek pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR).
Ketua LSM Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MSTPM), Suparmo, mengaku, mulai menyoroti rencana pembangunan GOR Gayam. Diantaranya dalam pelaksanaan tender atau lelang yang dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU). Tentunya harus dilakukan dengan baik dan transparan.
Mengingat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mempunyai Peraturan Daerah (Perda) nomor 23/2011 tentang konten lokal.
“Rencana pembangunan GOR ini sudah santer didengar warga sekitar Blok Cepu. Jadi saya berharap agar dalam pelelangannya harus dilakukan secara transparan. Jangan sampai menimbulkan suatu hal yang tidak di inginkan bersama nantinya,” kata Suparmo, warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (25/6/2016).
Dia menjelaskan, bahwa banyak warga Kecamatan Gayam yang telah mendirikan perusahaan seperti CV maupun PT dan sudah banyak berpengalaman dalam mengerjakan proyek.
Karena, selama ini mereka sudah banyak terlibat dalam pengerjaan proyek Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Selain itu, kontraktor lokal juga telah ikut membantu Pemkab maupun EMCL dalam kelancaran proyek Banyuurip.
“Sesuai dengan Perda 23/2011 itu wajib kontraktor lokal terlibat atau menang tender jika ada CV ataupun PT lokal ikut dalam tender proyek GOR ini,” ucapnya.
Ditambahkan, dimana sumber dana untuk pembangunan GOR Gayam tersebut dikabarkan bersumber dari EMCL. Sedangkan PU sebagai fasilitator untuk pelelangan proyek GOR. Hanya saja, Suparmo belum membuka suara berapa nilai rupiah dalam pembangunan GOR Gayam tersebut.
“Intinya, kalau ada perusahaan lokal mampu mengerjakan untuk apa melibatkan perusahaan dari luar daerah. Saya kawatir jika dikerjakan oleh kontraktor luar daerah dalam hal ini luar Kecamatan Gayam akan muncul gejolak sosial warga,” tandas warga desa ring satu Banyuurip itu.
“Kalau berapa nilainya, saya masih melakukan pengumpulan datanya,” elaknya. (sam)