SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
 Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang terletak di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Hanya satu sumur yang disetujui,†ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, Sabtu (25/6/2016).
Setelah PoD disetujui pihaknya berharap lapangan yang dioperatori oleh ExonMobil Cepu Limited (EMCL) ini bisa mulai berproduksi pada 2018 mendatang.
“Dari satu sumur itu, produksi yang disetujui sebesar 3.800 bph,” pungkasnya.
Sebelumnya, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto menyebutkan, produksi sumur di Lapangan Kedung Keris ini bisa mencapai 5.000-10.000 bph dan dimulai pada 2019 mendatang.
Eksploitasi sumur Kedung Keris ini dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki (2.143 meter). Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki (171 meter) di zona karbonat sasaran. Sumur ini terletak 14 kilometer dari Lapangan Banyu Urip yang ditemukan pada 2001.
“Penemuan di Kedung Keris akan menjadi tambahan penting terhadap 450 juta barel minyak yang diharapkan dari pengembangan penuh Lapangan Banyuurip,” pungkasnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan, sejumlah persiapan telah dilakukan pihak operator. Salah satunya mempersiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi pengeboran. Akses jalan yang sebelumnya melewati Desa Sukoharjo, sekarang dialihkan melalui Desa Leran, Kecamatan Kalitidu.(rien)