SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta kepada operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kepala Desa Rahayu, Sukisno, meminta JOB P-PEJ berhati-hati dalam bekerja. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebab membuat warga ketakutan, dan trauma apabila terjadi ledakan di Pad A.
“Kalau membesarnya flare sudah sering terjadi, tapi yang paling menakutkan baru terjadi kali ini,” kata Sukisno dalam pertemuan yang digelar di balai desa setempat, Rabu (29/6/2016).
“Pada saat warga naik pitam tentu kami tidak bisa membendungnya. Karena mereka takut kalau terjadi apa-apa. Jadi jangan menyelahkan warga,” pungkasnya.
Diketahui, pasca melubernya percikan flare ke lingkungan sekitar. Tak satupun ada perwakilan JOB P-PEJ yang menemui Pemdes maupun warga Rahayu.
Hanya bagian keamanan saja yang mendampingi warga, sekaligus menghubungi Polsek Soko untuk meredam amuk masa.
Meskipun sudah diamanakan aparat kepolisian, sebanyak 20 warga masih nekat menyegel pintu gerbang Pad B hingga satu jam. Segel baru dibuka setelah perwakilan JOB-PPEJ bersedia menemui warga untuk menjelaskan insiden tersebut.
Diketahui, hingga kini produksi gas JOB P-PEJ tinggal 3 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Jumlah tersebut menurun drastis dari 10 tahun lalu mampu memproduksi 20 MMSCFD. (Aim)