Bojonegoro Krisis Guru Pendidikan Agama Islam

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, Kabupaten Bojonegoro krisis tenaga guru pendidikan agama islam. Hal ini dikarenakan, sejak tahun 2010 silam jumlah guru tidak ideal.

“Saat ini lembaga pendidikan masih membutuhkan 409 tenaga guru untuk pendidikan agama islam,” ujar Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Abdul Wahid, kepada Suarabanyuurip.com.

Guru pendidikan agama Islam yang dibutuhkan tersebut mengajar di sejumlah sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.

“Dari kebutuhan guru agama Islam sebanyak 931 guru, saat ini baru ada sebanyak 522 guru,” imbuhnya.

Jika tidak ada rekrutmen calon pegawai negeri sipil, maka guru pendidikan agama Islam di Bojonegoro hanya tinggal 160 orang pada tahun 2020.

Menurutnya, setiap tahun ada 50 sampai dengan 60 guru pendidikan Agama Islam yang pensiun.

“Untuk jenjang SD satu lembaga hanya membutuhkan satu guru pendidikan Agama Islam. Sedangkan jenjang SMP, SMA dan SMK satu lembaga idealnya ada dua guru,” pungkasnya. (Rien)

Baca Juga :   30 Pelajar Ikuti Lomba Cipta Puisi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *