Sepi Investor, Aktivitas Penambangan Menurun

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Aktivitas penambangan sumur minyak tua di Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, cenderung menurun. Meskipun ongkos angkat angkut minyak pada bulan ini telah mencapai Rp2.153,51 per liter dan itu meningkat dibanding bulan sebelumnya yang hanya Rp1.666,39.

Menurut Handayana, salah satu penambang sumur tua kawasan Semanggi cenderung mengalami penurunan dibandingan tahun-tahun lalu yang masih banyak investor datang untuk berinvestasi.

“Sekarang penambang menurun, karena sepi investor,” katanya, Kamis (30/6/2016).

Dia mengaku, bersama penambang lainnya untuk sementara berhenti melakukan penambangan minyak.

Meskipun tarif ongkos angkat angkut dinaikan Pertamina.

“Ternyata tidak mempengaruhi investor untuk melakukan investasi sumur minyak tua,” ujarnya.

Selama ini, kata Handayana, banyak penambang di lapangan Semanggi mengandalkan investor. Kondisi itu berbeda dengan kawasan Ledok Kecamatan Sambong. Penambangan minyak di lokasi tersebut tidak terlalu bergantung dengan investor namun dikelola oleh para penambang sendiri.

“Dengan hasil yang bervariasi,” ucapnya.

Menurut Ketua Paguyuban Sumur Agung, Supraptono, masing-masing titik sumur yang dikelola oleh kelompok penambang kondisinya berbeda.

Baca Juga :   Akan Lebih Dulu Kerjakan Jambaran - TBR C

“Kebanyakan penambang di sini, menunggu minyak terkumpul dulu baru diambil penambang dari dalam sumur. Saat pagi dan sore hari,” jelasnya.

Sehingga hasilnya tidak menentu. Bahkan, menurut dia, dalam sebulan ada yang menghasilkan 1 ton minyak mentah. Terkait dalam mendatangkan Investor untuk melancarkan produksi, pihaknya akan lebih selektif dalam memilah.

“Karena kami tidak ingin ada kegaduhan,” ujarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *