SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur, telah menerjunkan 30 anggota sniper atau penembak jitu di sepanjang Jalur Pantura mulai Kecamatan Bancar sampai Widang. Puluhan sniper tersebut akan siaga di beberapa titik rawan kriminal, selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Ftri 1437 Hijriyah.
“Kami akan tembak ditempat apabila ditemukan aksi tindakan kriminal,” kata Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/7/2016).
Regu penembak dari Polda Jawa Timur tersebut, sudah diplot menjaga Kabupaten Tuban, sebagai batas wilayah langsung Provinsi dengan Jawa Tengah. Sehingga satu peleton akan disebar di beberapa tempat strategis, dan titik yang dinilai rawan dari tindak kriminal.
“Sniper akan diterjunkan sampai pertengahan bulan Juli 2016,” imbuh AKBP Fadly.
Salah satu tujuannya adalah untuk memberi rasa keamanan, dan kenyamanan pemudik ketika melintasi Tuban. Pemudik akan dijaga ketat oleh sniper mulai tanggal 1 Juli sampai 15 Juli 2016.
Selama arus mudik dan balik Polres berkomitmen memberikan kenyamanan terhadap masyarakat. Sehingga aksi perampokan, atau Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dapat diminimalisir.
Terlebih sesuai instruksi dari pimpinan, apabila terdapat aksi perampokan di Jalur Pantura. Anggota sniper diperbolehkan mengambil tindakan langsung untuk melumpuhkan pelaku.Â
“Pimpinan menginstruksikan langsung untuk melakukan eksekusi terhadap pelaku kejahatan,” tambahnya.
Selain itu, sepajang jalur pantura Tuban Polres telah menyiapkan belasan pos mudik meliputi, 3 pos pengamanan, 1 pos pelayanan yang ada di Rest Area Tuban, dan 14 pos pantau.Â
Setiap pos akan dijaga oleh gabungan satuan keamanan lain, mulai Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban. (Aim)