SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hingga saat ini, operator Unitisasi Gas Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC) masih memasang harga gas sebesar US$ 8 per MMBTU (per juta British thermal unit).
Direktur Utama PT PEPC, Ardiansyah, mengatakan, harga yang telah disepakati masih sesuai dengan revisi plant of development (PoD) yang telah disetujui pemerintah.
“Dalam PoD harga jual aliran gas dari Lapangan J-TB ke konsumen disepakati US$ 8 per MMBTU, dengan asumsi harga gas bumi US$ 8 per MMBTU per hari,” ujarnya saat dihubungi Suarababyuurip.com, Sabtu (2/7/2016).
Apabila terdapat penurunan harga gas kepada konsumen industri, akan dilakukan dengan mengurangi bagi hasil gas ke negara. Bagi hasil tersebut yakni 70% negara dan 30% kontraktor migas.
“Apakah ada penurunan atau tidak, masih dalam pembicaraan dengan pemerintah,” tandasnya.
Unitisasi Lapangan J-TB ditargetkan produksi 227 Million Standard Cubic Feet per Day (gas) (MMSCFD) pada 2019 dan mencapai puncak produksi 315 MMSCFD pada 2020.
Rencananya, gas akan digunakan oleh PT Pupuk Kujang yang mulai produksi tahun 2022, namun hingga kini belum mendapatkan kesepakatan harga. (Rien)