Kemenag Tak Melihat Hilal di Banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Jawa Timur, tahun ini kembali menelan kegagalan kesekian kali sejak puluhan tahun silam berusaha melakukan rukyatul hilal menentukan tanggal 1 Ramadan maupun 1 Syawal. Usaha yang dilakukan di lokasi baru Pegunungan Desa Banyuurip, Kecamatan Senori juga nihil hasilnya.

“Tahun ini hilal belum berhasil di lihat di Tuban,” kata Kasi Bimbingan Sariat Kemenag Tuban, Umi Kulsum, kepada Suarabanyuurip.com, usai mencoba melihat hilal akhir bulan Ramadan di Desa Banyuurip, Senin (4/7/2016).

Penyebabnya, hilal yang semestinya muncul sebelum matahari terbenam di ufuk barat, pada pukul 17:22 WIB tidak terlihat hingga pukul 17:24 WIB. Sehingga jumlah hari dalam bulan Ramadan genap menjadi 30 hari.

Sebelum melakukan rukyatul hilal, Kemenag sudah melakukan penghitungan hisab menggunakan sistem penghitungan Emphimeris, maupun kitab Irsyadul Murid.

Dalam penghitungan Emphimeris estimasi matahari terbenam pukul 17:30 WIB, azimuth matahari berada di titik 292 derajat 51′ 20,48″, azimut hilal 288 derajat 22′ 32,95″, dan tinggi hilal mar’i -1 derajat 1′ 24,08″.

Baca Juga :   SPBU di Blora Kehabisan Premium

Sedangkan hasil penghitungan kitab Irsyadul Murid menyebut matahari terbenam pukul 17:30 WIB, azimuth matahari 292 derajat 51′ 17″, azimuth hilal 288 derajat 32′ 32″, tinggi hilal mar’i -2 derajat 13′ 09″, elongansi 4 derajat 37′ 34″.

“Hingga waktu hilal terbenam pukul 17:24 WIB juga tidak nampak,” imbuh Umi, selaku ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nadhatul Ulama (NU) Tuban tersebut.

Dia menjelaskan, usaha rukyatul hilal harus dilakukan setiap tahun, meskipun belum pernah ada hasil memuaskan. Sebab untuk menentukan tanggal 1 syawal 1437 Hijriyah, dibutuhkan hisab dan rukyatul hilal.

“Meskipun banyak yang optimis kegiatan  rutin tersebut tetap dipertahankan,” tambahnya.

Sementara, tim Falakiyah Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) pusat juga gagal melihat hilal di beberapa lokasi pantau. Kondisi ini menunjukkan umur bulan Ramadan 1437 H adalah 30 hari atau Istikmal.

“Atas dasar tersebut dan pendapat Almadzahibul Arba’ah awal bulan Syawal 1437 H jatuh hari Rabu tanggal 6 Juli 2016,” sambung Rais Aam tim Falakiyah PBNU, Ma’ruf Amin. (Aim)

Baca Juga :   Gunung Semeru Erupsi, Sementara 1.979 Warga Mengungsi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *