Gelombang Tinggi Melanda Pesisir Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, gelombang tinggi kembali melanda pesisir Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sepanjang 65 Kilometer (Km), mulai Kecamatan Palang hingga Bancar. Fenomena alam tersebut berimbas pada minimnya keberangkatan melaut nelayan tradisional.

“Sejak dini hari gelombang tinggi sudah pasang,” kata seorang nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Karlin (30), kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (5/7/2016).

Dia menjelaskan, gelombang besar muncul setahun dalam dua musim, pertama angin baratan dan timuran. Saat ini musim angin timuran sedang berlangsung, dan prakiraan sementara berlangsung sampai bulan Agustus 2016.

“Kalau sudah gelombang besar jarang yang berani melaut,” imbuhnya.

Sementara, nelayan asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Zainul, membenarkan selama bulan Ramadan nelayan mengalami mucim paceklik. Sehingga mempengaruhi roda perekonomian nelayan, dan proses lelang di Tempat Pelelalangn Ikan (TPI) Palang.

“Nelayan kalau musim timuran atau baratan mengalami paceklik,” sambungnya.

Sementara, data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dari Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya menyebut, seluruh perairan utara Jawa Timur akan dilanda gelombang besar hingga dua hari kedepan.

Baca Juga :   Tim Gabungan Periksa Mamin Kadaluwarsa

“Kami harapkan nelayan dan masyarakat pesisir tetap waspada,” kata Manajer Pusdalops BPBD Tuban, Frans Supriyadi.

Sesuai data  BPBD puncak gelombang tinggi di Laut Jawa terjadi pada tanggal 6 Juli 2016. Ketinggian gelombang berpotensi hingga 4 meter. Sehingga sebelum melaut nelayan diminta berkoordinasi dengan ketua Rukun Nelayan (RN), maupun mengupdate prakiraan maritim di situs resmi BMKG.

“Rata-rata kondisi gelombang secara umum berkisar 1.3-2.5 meter di Laut Tuban,” tambahnya.

Selain itu, arah angin cenderung bergerak dari Timur menuju Tenggara dengan kecepatan 12 sampai 25 knots (24-50 km/jam). Kondisi cuaca cenderung berawan, dan bertambah kondisi memburuk ketika muncul awan Culumonimbus (Cb) di Laut Utara Tuban. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *