Naikkan Harga Bensin Eceran

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Hari raya idul fitri tahun ini dijadikan momentum oleh beberapa pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran atau disebut bensin untuk menaikkan harga tiap botolnya. Naiknya harga bensin eceran tersebut dikeluhkan oleh warga.

Salah satunya adalah Ramadhan Ardi, warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan harga bensin eceran yang dibelinya di jalur Bojonegoro-Nganjuk, tepatnya di Desa Dander, Kecamatan Dander.

“Satu botol bensin jenis premium harganya Rp10.000 per botol, biasanya cuma Rp8.000,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (5/7/2016).

Dia mengaku, terpaksa membeli di eceran karena kondisi SPBU mengantre berjam-jam. Sementara motor yang dikendarainya mulai kehabisan bahan bakar usai melakukan perjalanan jauh.

Selain premium, jenis pertalite juga ikut dinaikkan hingga Rp11.000 per botol, padahal biasanya Rp9000 per botol. Sementara, jika membeli di Stasiun Pengisian Bensin (SPBU) harga BBM premium Rp6.450 per liter dan pertalite Rp7.100 per liter.

Terpisah, Rasinah, penjual bensin eceran, mengaku, menaikkan harga karena untuk mendapatkan bensin harus mengantre selama berjam-jam dan hanya mendapatkan dua jerigen saja. Sehingga, terpaksa harus menaikkan harga.

Baca Juga :   Gaji Rp 5,8 Juta Kekayaan Bupati Bojonegoro Rp 87 M, FITRA : KPK Harus Klarifikasi

“Biasanya satu hari bisa sampai lima sampai enam jerigen, ini hanya dapat dua jerigen. Jadi terpaksa menaikkan harga, ya untuk sebagai ganti ongkos mengantre lah,” pungkasnya.(Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *