SuaraBanyuurip.com –
Sudah menjadi tradisi setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak masyarakat yang memburu kebutuhan untuk merayakan lebaran. Hal itu dapat dilihat dari ramainya pertokoan dan pasar- pasar baik di tingkat perkotaan maupun kecamatan.
Tak terkecuali pertokoan di wilayah Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di pusat perekonomian yang tak jauh dari tambang migas Blok Cepu ini denyut nadi ekonomi masyarakat begitu terasa.
Transaksi jual beli itu dimulai saat menyalanya lampu mercury di sepanjang jalan. Tawar menawar harga di antara mereka sesekali pecah di antara lalu-lalang gemuruh kendaraan para pemudik.
Di tempat ini berdiri puluhan pertokoan berskala kecil hingga besar. Lokasinya cukup strategis yakni berada di sepanjang Jalan Bojonegoro – Padangan. Sehingga banyak masyarakat dari sekitar Kecamatan Kalitidu yang berdatangan ke tempat ini untuk mencari kebutuhan konsumtif.
“Mau cari kebutuhan lebaran. Daripada ke kota Bojonegoro cukup jauh, di sini lumayan dekat dan barangnya juga lengkap,” kata Pipit Setyorini, warga Desa Stren, Kecamatan Ngasem, saat akan memasuki salah satu pertokoan besar di wilayah setempat, Selasa (5/6/2016).
Pipit hanya salah satu dari ratusan masyarakat yang sedang hiruk pikuk mencari kebutuhan lebaran di komplek pertokoan Desa Kalitidu. Hadirnya ratusan konsumen di tempat ini selain menjadi berkah para pemilik pertokoan, juga menjadi ladang meraup rupiah bagi pemuda setempat.
Mereka mendirikan jasa parkir dadakan di depan pertokoan di sepanjang jalan Bojonegoro – Padangan di wilayah setempat.
“Sudah sejak lima hari lalu,” kata Rudi, juru parkir di depan salah satu toko pakaian, Senin malam.
Rudi tak sendiri. Di lokasi ini ia dibantua dua temannya, Rahman dan Imam, pemuda setempat. Mereka membuka jasa parkir karena melihat kendaraan roda dua yang terparkir di depan pertokoan terlihat tak berarutaran dan mengganggu arus lalu lintas.
“Lumayan bisa buat sangu lebaran. Mumpung liburan sekolah,” timpal Rahman yang mengaku masih berstatus pelajar SMA.
Dari membuka jasa parkir ini mereka mengaku dalam semalam bisa meraup pendapatan Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Setiap kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp2 ribu. Pendapatan itu dibagi tiga orang.
“Buka habis mahgrib sampai jam 11 malam,” ucapnya. (D Suko Nugroho)