SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemudik dari arah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi jalur alternatif dari arah Bulu menuju Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penyebabnya sepanjang jalur tersebut banyak titik jalan rusak dan sebuah jembatan kecil di Desa Bader, Kecamatan Jatirogo longsor.
“Sangat berbahaya bagi pemudik saat melintas di malam hari,” kata pemudik asal Rembang, Sulaiman, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Desa Bader, Jatirogo, Kamis (7/7/2016).
Dia tidak mengetahui kapan jalur alternatif tersebut longsor. Tetapi diharapkan perangkat desa setempat atau instansi terkait segera memberi tanda yang jelas, dan memasang lampu penerangan sementara.
Sebab ruas jalan dengan lebar kurang dari 5 meter tersebut belum ada Penerangan Jalan Umum (PJU) nya. Sehingga ketika ada simpangan kendaran roda empat, salah satunya harus mengurangi kecepatannya atau berhenti sebentar.
Sementara, pengguna jalan asal Kecamatan Kenduruan, Syamsudin, membenarkan ada satu titik tepi ruas jalan Desa Bader longsor. Kejadian tersebut tepat terjadi saat banjir bandang luapan Kali Kening pada tanggal 18 Juli 2016 lalu.
“Iya disitu longsor dan belum ada tanda peringatan jelas,” sambungnya.
Sementara warga setempat baru memasang batu kecil sepanjang titik longsor sebagai batas tepi ruas jalan. Serta dua tiang kecil dibalut karung beras dipasang diujung longsor.
“Kalau warga Dader sudah paham, tetapi kalau pemudik harus berhati-hati,” tambahnya.
Awalnya longsor hanya sepanjang 4 meter, tapi kini kerusakannya memanjang hingga 6 meter. Longsor tersebut tepat pada gorong-gorong irigasi lahan pertanian setempat.
Pihaknya berharap Pemerintah Kecamatan Jatirogo, maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) dapat segera tanggap atas keluhan pengguna jalan. Sehingga angka kecelakaan dapat diminimalisir.
Diketahui, jalur alternatif tersebut mwnghubungkan beberapa kecamatan, mulai Kecamatan Bancar, Jatirogo, Bangilan, Senori, Singgahan, Parengan, Soko, Bojonegoro, maupun kearah jalur Pantura Kecamatan Widang. Total panjangnya sekitar 64 Kilo meter. (Aim)