SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Menjelang musim kemarau tiba, sejumlah warga Dusun Rambitan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur bergotong royong memperbaiki jalan atau jembatan alternatif yang melintasi Sugai Gandong, Minggu (10/7/2016). Tepatnya di RT. 07, RW. 02 desa setempat. Dengan panjang 6 x 1,5 meter.
Pemuda Mojodelik, Sutiyono, mengatakan, gotong royong perbaikan jalan dan jembatan alternatif dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat serta pemuda sekitar Dusun Rambitan.
“Jembatan alternatif ini diperbaiki dengan menggunakan bambu-bambu yang ditata atau di anyam yang biasa disebut jembatan sesek. Untuk panjangnya sekira 6 x 1,5 meter,” kata Sutiyono, kepada Suarabanyuurip.com.
Dipilihnya perbaikan dengan menggunakan bambu karena dirasa lebih mudah mendapatkannya dari lingkungan sekitar. Perbaikan dilakukan dengan tujuan agar dapat mempermudah akses bagi masyarakat utamanya petani yang hendak kesawah dan anak-anak yang hendak berangkat dan pulang sekolah karena dirasa lebih dekat.
“Dari pada harus memutar lewat Purwosari jaraknya lumayan jauh. Sehingga lebih memilih memperbaiki jembatan alternatif saja, agar lebih efisiensi biaya dan waktu,” ungkapnya.
Pemuda desa ring satu proyek Banyuurip, Blok Cepu ini, menjelaskan, Jembatan alternatif yang mengubungkan antara Desa Mojodelik dengan Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari merupakan jalur alternatif atau jalur pintas yang ramai dilewati warga untuk beraktivitas baik ke sawah, ke pasar hingga kesekolah. Dan hanya bisa dilewati oleh pengendara roda dua dan pejalan kaki.
“Sehingga tiap tahun ketika menjelang musim kemarau jembatan sesek ini diperbaiki oleh warga dan pemuda secara bergotong royong,” jelasnya.
Diharapkan, baik pihak Pemerintah Desa (Pemdes), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, maupun operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) peduli untuk membangun jembatan sesek ini menjadi jembatan permanen yang bagus.
“Agar bisa dilewati pengendara roda dua. Dengan jembatan bagus arus lalu-lintas bisa lancar. Selain itu, juga akan meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar,” sambung Guntur pemuda lain.
“Alhamdulillah jalan dan jembatan alternatif ini sekarang sudah bisa dilewati,” pungkasnya.(suko)