Pelajar Bojonegoro Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Akibat Kecelakaan Lalu-lintas

Pelajar tewas dikeroyok
Warga menunjukkan lokasi kejadian yang masih terdapat bekas darah yang sudah mengering.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Seorang pelajar SMA Negeri di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia setelah dikeroyok gerombolan orang tidak dikenal. Namun, polisi menyebut tewasnya pemuda tersebut akibat kecelakaan lalu-lintas.

Pemuda tersebut bernama Galang Regil Metrik Afandi (18), warga RT 09, RW 03 Dusun Dalemkidul, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Tragedi tewasnya pelajar yang duduk di bangku kelas XI di Bojonegoro terjadi pada saat hari tenang pemilu. Korban dikeroyok gerombolan orang tidak dikenal di jalan nasional Bojonegoro – Nganjuk, tepatnya turut Desa Mojoranu, Kecamatan Dander pada Minggu (11/2/2024), pukul 01.30 Wib.

Salah satu saksi dan korban pengeroyokan, Mokh Rafi Alif Affandy (17), menuturkan peristiwa tersebut bermula saat dirinya bersama korban dan dua temannya yakni Rizki dan Bagas, sedang mencari makan di warung sekitar Pasar Desa Mojoranu. Namun tidak mendapati ada warung makan yang buka.

“Karena tidak ada warung buka, kami berniat pulang dan mengambil jalan sebelah barat, melewati pertigaan SMPN 3 Bojonegoro ke utara,” ujarnya Rafi.

Baca Juga :   Anev Polres Bojonegoro 2022, Kejahatan Perempuan dan Anak Naik Cukup Tinggi

Namun, lanjut Rafi, saat sampai di sebelah selatan Kafe Gunung melihat arak-arakan kendaraan bermotor dari arah utara dan memenuhi badan jalan. Meski dirinya sudah berupaya menepi dan mengurangi laju kendaraan, namun gerombolan orang tidak dikenal itu tiba-tiba memukul dan menendangnya hingga dirinya jatuh dari kendaraan.

“Saat jatuh itulah saya dikeroyok pelaku dan dipukuli. Sementara Galang yang saya boncengkan juga terjatuh akibat dipukul kepalanya bagian belakang,” tuturnya.

Pelajar tewas dikeroyok.
Darah korban pengeroyokan terlihat mengering di rerumpatan pinggir jalan nasional Bojonegoro – Nganjuk, turut Desa Mojoranu, Kecamatan Dander.

Akibat peristiwa tersebut korban Galang menderita luka serius di kepalanya bagian belakang. Sementara Rafi juga menderita luka robek di kepalanya sebelah kiri dan harus dijahit, serta beberapa luka lain di bagian rahang dan lutut.

“Saat itu juga korban Galang kemudian dibawa dua teman lainnya naik motor ke RS Bahyangkara, karena Puskesmas Ngumpakdalem tutup,” tutur Rafi.

Saksi lainnya, Rizki membenarkan bahwa meninggalnya Galang Galang Regil Metrik Afandi akibat dikeroyok orang tidak dikenal.

Baca Juga :   Sehari Jelang Kenaikan BBM Sembako di Tuban Naik

“Jumlah pelaku ada lima belasan orang. Saya sempat bisa meloloskan diri dan setelah pelaku pergi saya kembali lagi sudah melihat Galang tergeletak tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Setelah beberapa saat mendapat perawatan di RS Bhayangkara, korban Galang dinyatakan meninggal. Korban kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Senin (12/2/2024).

Eka Cahyo Puspaningrum, Ibu Galang Galang Regil Metrik Afandi meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan anaknya. Eka menegaskan, anaknya meninggal bukan karena kecelakaan lalu lintas, melainkan dianiaya.

“Secara pribadi saya sudah mengihklaskan anak saya. Tapi saya berharap ada keadian, dan polisi bisa menangkap para pelaku pengeroyokan,” ujar Eka.

Kapolsek Dander, AKP Jadmiko menyampaikan jika tewasnya Galang Galang Regil Metrik Afandi akibat kecelakaan lalu-lintas.

“Tapi kita akan selidiki lagi, apakah kematian korban benar-benar karena kecalakaan lalu lintas atau sebab lain,” tegasnya dikonfirmasi terpisah.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Tolong dengan sangat bapak bapak dari Kepolisian atu dari jajaran TNI,untuk duduk bersama untuk memberikan ras aman terhadap rakyatnya,karena memang area tersebut dari perempatan ngumpakndlem sampai dengan dander,sangat rawn sekali dan sering terjadi kekerasan diarea tersebut,mohon dengan sangat pengamanan dan patroli lebih diintensifkan,Trimakasih