SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Pasca puncak arus balik lebaran 1437 Hijriyah, jalan pantura di wilayah Tuban, Jawa Timur, memakan korban jiwa. Satu keluarga asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang mengendarai mobil Avanza ber Nomor Polisi (Nopol) K 8816 UC menghantam warung kosong di pinggir jalan pantura Desa Bogang, Kecamatan Jenu, Senin (11/7/2016).
Akibat peristiwa tersebut tiga dari lima penumpang mobil meninggal di lokasi kejadian. Tiga korban meninggal dunia adalah Novan M Ava (17), Siti Amanah (49), dan Dewi Masitoh (25). Sedangkan dua korban luka yakni Fery (50) dan Bafus (23).
“Hanya dua penumpang yang selamat dari laka maut Pantura,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Tuban, Iptu Nungki Sembodo, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (11/7/2016).
Kuat duagaan penyebab kecelakaan akibat sopir mobil Nibras Faik Muhammad (20), warga asal Ujung Batu, Kecamatan/Kabupaten Jepara, dalam keadaan kelelahan dan mengantuk berat.
Sehingga kendaraan yang dikemudikannya dari arah Kabupaten Rembang, menuju Tuban, tepat di Desa Bogang, Kecamatan Jenu, keluar jalur. Parahnya langsung keluar bahu jalan dan akhirnya menabrak warung kosong di sebelah kanan jalur Pantura.
“Insiden laka diprakirakan sekira pukul 01:00 WIB,” imbuh Nungki.
Melihat kondisi kendaraan dan jumlah korban, petugas memprakirakan laju kendaraan di atas 80 kilometer per jam. Sebab jika laju mobil lambat pasti pengemudi mampu mengontrolnya.
Beruntung warung saat kecelakaan terjadi, warung milik Sapuan (50), warga setempat dalam keadaan kosong. “Korban yang meninggal duduk di bangku belakang,” pungkasnya.
Untuk mengantisipasi kecelakaan arus balik, pihaknya menghimbau pengemudi untuk tidak memaksakan laju kendaraannya ketika perjalanan jauh. “Apabila lelah atau kantuk, sebaiknya istirahat di rest area yang tersebar di sepanjang Pantura Tuban,” pesan Nungki.(aim)