SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Sugeng Arianto (40), warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan debt collector salah satu lembaga pembiayaan (finance), Jum’at (15/7/2016). Akibat peristiwa itu korban mengalami luka memar di bagian leher dan terpelintir pada kakinya.
Informasi yang diperoleh, peristiwa pengeroyokan terjadi ketika korban sedang mengantarkan anaknya mengendarai Daihatsu Taruna untuk daftar ulang di salah satu sekolah di Bojonegoro sekira pukul 07.00 WIB. Saat sampai di depan SMP Negeri 4 Bojonegoro Jalan Lettu Suyitno, mobil korban tiba-tiba dihentikan oleh enam orang yang tak dikenal dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga yang belum diketahui nomor polisinya.
Pelaku kemudian memaksa korban untuk keluar dari mobilnya dan hendak merampas kunci mobil korban. Namun aksi tersebut mendapat perlawanan dari korban.
Adu mulut pun terjadi. Ke enam pelaku yang belum diketahui identitasnya kemudian mengeroyok korban dengan cara memelintir tangan dan memukul korban.
Korban yang merasa kualahan kemudian berteriak minta tolong. Spontan saja warga yang mendengar langsung berdatangan dan membuat keenam pelaku kabur melarikan diri.
Beruntung dalam peristiwa tersebut korban yang bekerja sebagai pemborong (kontraktor) itu masih berhasil mengamankan kunci mobilnya. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bojonegoro setelah sebelumnya melakukan visum.
“Ada enam orang. Mereka ngakunya dari debt collector ingin mengambil mobil saya,” kata Sugeng Arianto setelah memberikan laporan di SPK Polres Bojonegoro.
Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Polres Bojonegoro.(suko)