Targetkan DBH Minyak Bumi 2016 Rp 24,8 Miliar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, tahun ini menargetkan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak Bumi sebesar Rp 24.802.000.000 (Rp24,8 Miliar). Capaian tersebut menjadi perolehan terbesar dari 6 sumber pendapatan bagi hasil bukan pajak atau Sumber Daya Alam (SDA).

“Sampai tanggal 1 Juli 2016 baru terealisasi 45,60 persen atau sebesar Rp 11.309.343.850,” kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, kepada Suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Sabtu (16/7/2016).

Capaian tersebut cukup memuaskan bagi Pemda, meskipun rata-rata perolehan DBH bukan pajak/SDA selama enam bulan terakhir belum sampai 50 persen. Terbukti secara keseluruhan pencapaian DBH bukan pajak baru 44,46 persen atau Rp 11.860.199.089 dari target tahunan sebesar Rp 26.676.345.000.

“Pemda memproyeksikan hingga akhir tahun 2016 seluruh target dapat tercapai,” imbuh Teguh.

Secara rinci sumber DBH bukan pajak meliputi 6 sektor meliputi dari target bagi hasil Provisi Sumber Daya (PSD) kehutanan sebesar Rp 455.700.000, baru terealisasi 18,75 persen atau Rp 85.444.050. Bagi hasil Minerba/Royalti ditargetkan sebesar Rp 6,3 juta, baru terealisasi 31,26 persen atau 1.969.500.

Baca Juga :   Pimpinan DPRD Bojonegoro Bantah Tudingan Pansus III Terkait Isi Rekomendasi LKPJ Bupati

Sedangkan bagi hasil dari sektor perikanan ditargetkan Rp 871.355.000, sudah terealisasi 33,13 persen atau Rp 288.646.439. Kemudian dari target bagi hasil gas bumi Rp 522.990.000, sudah terealisasi 31,25 persen atau Rp 163.434.750. terakahir bagi hasil panas bumi ditargetkan Rp 18 juta, kini sudah terealisasi 63,11 persen atau Rp 11.360.500.

“Bagi hasil terbesar didominasi sektor minyak bumi, sedangkan perolehan terkecil dari sektor Mineral dan Batubara (Minerba) atau royalti,” tambahnya.

Soal besar kecilnya perolehan DBH ke daerah, juga dipengaruhi cepat lambatnya pencairan uang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Harapannya DBH tersebut dapat dicairkan secara rutin, sehingga tidak berpengaruh terhadap kebijakan daerah dalam pembangunan.

Diketahui, secara keseluruhan tahun ini Pemda menargetkan pencapaian DBH pajak sebesar Rp 98.157.424.000, dan baru terealisasi Rp 50.961.282.801. Jumlah tersebut berasal dari bagi hasil pajak sebesar Rp 71.481.079.000, dan DBH bukan pajak atau SDA sebesar Rp 26.676.345.000. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *