Tunggu Informasi Pemprov Soal Operasional BMKG

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, hingga kini masih menunggu informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim soal mekanisme pengoperasian kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Sebab keberadaan kantor BMKG di Tuban, diharapkan segera membawa manfaat bagi masyarakat terutama petani dan nelayan.

“Kami belum mengetahui informasi lebih detail soal kantor BMKG itu,” kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (16/7/2016).

Sehingga dalam waktu dekat Pemda akan berkorodinasi dengan Pemprov Jatim. Bagaimana teknis operasinya, dan sejauh mana keterlibatan Pemda dalam memantau prakiraan musim di Bumi Wali. Mengingat hampir mayoritas masyarakat Tuban menggantungkan hasil pertanian, dan perikanan. Secara otomatis kedua sektor ini tidak dapat terlepas dari kondisi cuaca, sehingga membutuhkan pemetaan secara detail.

“Apabila pemetaan dapat dilakukan pasti hasil pertanian dan tangkapan ikan mampu dikendalikan,” imbuhnya.

Untuk potensi hasil pertanian, Kabupaten Tuban masih menjadi salah satu lumbung padi tingkat Jatim. Sebab dari 17 kecamatan di Tuban, memiliki lahan pertanian basah dan kering. Lahan pertanian basah atau surplus air berada di tepian Sungai Bengawan Solo, mulai Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.

Baca Juga :   Pegiat Perempuan Bojonegoro Deklarasi Dukung Wahono-Nurul

Sedangkan lahan pertanian kering, mulai Kecamatan Palang, Semanding, Kerek, Montong, dan Bancar. Pada tahun 2015 tercatat luas tanam padi di Tuban mencapai 90 ribu hektar. Rata-rata setiap hektarnya mampu memproduksi padi sebanyak 62 kuintal.

“Produksi sekali panen tinggal mengalikannnya,” tambahnya.

Sedangkan potensi perikanan Tuban, sesuai Data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten menyebut, peningkatan hasil tangkap perikanan mencapai 200 ton pertahun. Rincinya pada tahun 2013, produksi tangkap ikan mencapai 11.570,95 ton, tahun 2014 meningkat menjadi 11.788,59 ton, dan pada tahun 2015 mencapai 12.012,70 ton.

“Potensi ini harus dikontrol untuk mengahadapi masa paceklik,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan belum ada koordinasi lebih lanjut bersama Pemprov Jatim. Meskipun demikian, pihaknya berharap besar ada salah satu anggota BPBD dilibatkan dalam pengoeprasian BMKG.

“Sinergi ini akan membawa dampak ekonomi, serta meminimalisir bencana daerah,” sambungnya.

Tidak hanya itu, nantinya pemetaan cuaca bukan hanya tingkat kecamatan namun sampai desa. Sehingga semakin cepat masyarakat mengetahui kondisi cuaca, semakin kecil pula kerugian yang terjadi. (Aim)

Baca Juga :   Bukan Mobil Listrik, Mobil Dinas Camat di Bojonegoro Masih Gunakan BBM

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *