2017, Lifting Minyak Diperkirakan 790.000 Bph

Lapangan Banyuurip

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan lifting minyak tahun 2017 mendatang hanya sebesar 750.000-790.000 barel per hari (bph). Jumlah tersebut menurun dari tahun 2016 yakni sebesar 833.000 bph.

Salah satu penyumbang terbesar produksi minyak nasional saat ini adalah Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebesar 185.000 bph.

“Sementara yang paling besar adalah Blok Cepu, lapangan migas andalan yang lain menurun semua,” ujar kata Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z Yunus, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Senin (18/7/2016).

Turunya lifting minyak pada 2017 ini dipengaruhi oleh produksi dari empat Lapangan Minyak. Yakni Lapangan Banyuurip, Lapangan Duri, Riau, yang dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia, Blok Mahakam di Kalimantan Timur oleh Total E&P Indonesia, dan produksi lapangan migas di Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Jambi, oleh Pertamina EP.

“Kalau empat kontraktor kontrak kerja sama itu produksinya tetap, ya sudah liftingnya segitu saja,” imbuhnya.

Baca Juga :   Mensos : Banyak Kesenjangan Diwilayah Industri

Selain itu, pada 2017 mendatang, belum ada program kerja yang secara signifikan dapat meningkatkan produksi migas.

“Apalagi, Blok Cepu hanya berproduksi 185.000 barel per hari, tidak boleh lebih dari itu,” tandasnya.

Sementara perkiraan lifting gas bumi berkisar antara 1.100-1.200 ribu barel (setara minyak per hari) relatif dapat terpenuhi.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *