Terus Perbaiki Temuan Minor Verifikasi EPIC

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) terus melakukan perbaikan atas temuan minor hasil audit EPIC Sustainability, Bangalore dengan verifikator bernama Prabu Das dari India yang ditunjuk sebagai designated operational entity (DOE) oleh Unite Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Auditor tersebut bertugas melakukan verifikasi atas pelaksanaan, dan kelengkapan dokumen Clean Development Mechanism (CDM) Project Pabrik Tuban, Jawa Timur.

“Perbaikan akan dilakukan untuk mendukung sinergi bersama Negara Swedia,” kata Technology & Product RD Spesialist Semen Indonesia, Rahadi Mahardika, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (18/7/2016).

Meskipun verifikasi eksternal terhadap CDM Project, tahap pertama sudah berlangsung tanggal 30-31 Mei 2016 lalu. Tetapi Perusahaan BUMN tersebut berkomitmen berbenah diri, untuk meningaktkan pengakuan internasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Rahadi menjelaskan, dalam pelaksanaan verifikasi beberapa waktu lalu EPIC didampingi oleh Diko Dewanto dan Azani Sidharta dari Konsultan SCC (Sindicatum Carbon Capital). Serta Prihadi Setyo Darmanto sebagai local assessor & expert.

“Dokumen pendukung yang menjadi obyek verifikasi adalah data produksi mulai tahun 2012 hingga Februari 2016,” imbuhnya.

Baca Juga :   Komunitas Driver Online Bojonegoro Tolak Potongan Komisi 20 Persen

Beberapa hal yang diverifikasi oleh EPIC meliputi, verifikasi langsung bidang ketaatan lingkungan. Kemudia ijin lingkungan seperti RKL-RPL, pengukuran emisi udara, dan pelaporan hasil ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) menjadi beberapa poin yang diverifikasi oleh verifikator.

Bidang lainnya yang diaudit adalah penerimaan Biomass (tonase biomass, sumber biomass, jarak asal biomass, sistem shipment management), Sertifikat kalibrasi internal (pfister feeder, belt scale sekam, kiln feed, ultimate analyzer), Sertifikat kalibrasi test weight.

Sertifikat kalibrasi eksternal (jembatan timbang sekam, Metler Toledo untuk test weight), Sertifikat Analisa NCV (biomass, fine coal, IDO), dan ISO 17025, Monthly Report CDM 2012 – 2016 (pemakaian biomass, produksi clinker, pemakaian batubara & IDO), Biomass mapping report 2012  2015, Semua Instruksi Kerja (IK) yang terkait, Realisasi training (pelatihan) yang terkait, dan Sistem PLG Web.

“Semua objek verifikasi tersebut diselesaikan dalam dua hari,” tambah Rahadi.

Ketika objek verifikasi benar-benar layak, EPIC akan melakukan sertifikasi sebagai jaminan tertulis oleh DEO bahwa selama jangka waktu tertentu. Bahwasnya kegiatan proyek CDM telah mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga :   Seberangi Sungai Bengawan Solo, Ayah dan Anak Balita Tenggelam

Kemudian mengajukan sertifikat hasil verifikasi untuk penerbitan CER kepada Unite Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). UNFCCC inilah yang nantinya akan dibeli oleh Swedia sebagai bukti keberhasilan perseroan dalam menurunkan emisi gas CO2.

Diketahui, sejak pelaksanaan verifikasi penerbitan CER baru akan selesai dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan. Selain itu, kontrak kerjasama jual beli CER berlangsung selama 5 tahun yaitu 2013  2018. Total CER yang diperjual belikan sebesar 220.000 tonCO2eq. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *