SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Forum Lalu-lintas jalur angkutan darat mulai hari Kamis (21/7) besok bakal mengujicobakan sistem jalur satu arah di Jalan Basuki Rahmat (Basra) Tuban, Jawa Timur. Sebab jalur tengah Tuban tersebut dinilai sudah overload, dan kerap memicu kemacetan di jam tertentu.
“Jumlah kendaraan dari dua jalur sudah tidak memungkinkan sehingga harus diterapkan jalur searah,” kata Kasatlantas Polres Tuban, AKP Dhino Indra, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/7/2016).
Dhino menjelaskan, titik uji coba dari arah timur akan dimulai dari simpang empat Gardu Papak hingga perempatan Sambong. Kemudian dari arah barat mulai perempatan Kembang Ijo sebagai ujung Jalan Sunan Kalijaga, ke timur hingga perempatan Sambong.
“Di titik tersebut akan menjadi titik persimpangan empat jalur,” imbuh Dhino.
Uji coba jalur searah juga berlaku dari perempatan Sambong ke utara, hingga Jalan KH Agus Salim. Sedangkan mulai perempatan Sambong ke selatan Jalan KH Wakhid Hasyim tetap dua arah.
Sebenarnya pihaknya juga bakal menerapkan jalur searah di Jalan Pemuda Tuban. Lantaran setiap pagi ada pasar rakyat, rencana tersebut diurungkan hingga hasil uji coba jalur Basra selesai.
Soal maraknya praktik parkir di jalur tersebut, forum juga telah mengumpulkan seluruh petugas parkir. Pertemuan tersebut membahas soal teknis parkir mobil harus menepi dengan kemiringan 30 derajat di sisi selatan jalan. Sedangkan khusus Sepeda Motor (SPM) akan dibuatkan lokasi khusus.
“Terkait uji coba akan berlangsung 3 hari kedepan sampai tanggal 23 Juli 2016,” tambahnya.
Sebanyak 40 personel gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, dan Satlantas Polres Tuban akan dilibatkan dalam giat tersebut. Pemantauan juga akan dilakukan selama 24 jam, hingga titik puncak hingg akhir pekan.
Serupa diberitakan sebelumnya, pada tanggal 7 sampai 9 April 2016 lalu, forum lalu lintas Tuban sudah melakukan uji coba pembuatan jalur khusus sepeda motor. Tetapi hasilnya kurang maksimal dalam mengurangi kemacetan.
Sesuai peta arus lalin, forum telah menetapkan jalur dua arah. Mulai Jalur Pantura RE Martadinata, Jalan Diponegoro, Jalan Dr Sutomo, Jalan Rongglawe, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan RM Suryo, Jalan Veteran, Jalan Basra sebelah timur Gardu Papak, Jalan Pahlawan, Jalan Gedongombo, Jalan Gajah Mada, Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, kemudian Jalan Teuku Umar menuju Jalur Pantura.
Sedangkan untuk jalur searah kecuali roda dua, meliputi Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan KH Mustain, Jalan Sunan Bonang, Jalan WR Supratman, Jalan Pattimura, dan Jalan AKBP Suroko.
“Pasca hasilnya keluar akan disampaikan ke pimpinan daerah untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK),” pungkasnya. (Aim)