SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Â Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah berkumpul di Balai Desa ring 1 Lapangan Mudi, yang dioperatori Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Berkumpulnya warga yang tergabung dalam Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) tersebut untuk menuntut pencairan kompensasi dampak gas buang (flare) industri minyak dan gas bumi (Migas) dari central processing area (CPA) Lapangan Mudi.
“Saat ini persiapan seluruh masa untuk menuju Tapak Sumur  B Lapangan Mudi milik JOB P-PEJ,” kata Wakil Forum Gerah Kobar, Mohamad Solihin, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Balai Desa Rahayu, Kamis (21/7/2016).
Dalam aksi yang kesekian kali ini, pihaknya memastikan tidak ada aksi anarkis maupun melanggar hukum. Sebab warga percaya anggota keamanan dari TNI/Polri mendukung aksi, dan bersedia mendampingi tuntutan hak kompensasi.
Dalam aksi ini Gerah Kohar mengerahkan massa sebanyak 2.000 orang. Saat ini baru terkumpul 300 orang yang menuju ke Pad B. Sebagian massa juga sudah memasang terob sebagai panggung orasi tepat di depan pintu gerbang Pad B.
Pantauan di lapangan, ratusan warga Rahayu berjalan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Sementara, Camat Soko, Muji Slamet mendukung aksi warganya untuk menuntut hak sebagai warga terdampak.
“Intinya jangan sampai anarkis maupun mengedepankan emosi ketika menyuarakan aspirasi,” pungkasnya.(aim)