SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Perolehan uang Jasa Pelayanan (Jaspel) dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi biangkerok mundurnya seorang dokter spesialis Radiologi.
Itu diketahui dari surat elektronik (surel) yang dikirim kepada suarabanyuurip.com oleh Padangan Dilema ([email protected]). Belakangan diketahui, pengirim surel tersebut adalah berinisial DN. Seorang perawat di Ruang OK RSUD Padangan.
Menurutnya, dokter spesialis Radiologi mengundurkan diri lantaran Jaspel terakhir yang dia terima hanya Rp5 juta.
“Bayangkan, Kepala TU saja bisa mendapat Rp15 juta. Sedangkan dokter spesialis hanya Rp5 juta,” katanya.
Ninik Susmiati, Direktur RSUD Padangan menjelaskan, bahwa setelah diklarifikasi kepada yang bersangkutan, dokter yang dimaksud ternyata tidak pernah membuat pernyataan mundur.
“Beliau malah kaget, kok ada berita seperti itu,” kata dia.
Menurut Ninik, dokter spesialis tersebut terkenal baik dan santun. “Tidak ada sikap yang aneh,” jelasnya.
Terkait Jaspel, dia menjelaskan, jika dari dulu hingga saat ini Perhitungan Jaspel tersebut memang berdasarkan SK direktur. “Perhitungannya pun juga sudah melalui kesepakatan bersama,” kata dia.
Sehingga dianggap  wajar, jika Jaspel yang diperoleh antara satu bagian dengan bagian yang lain berbeda jauh. “Karena beban kerja masing-masing berbeda,” ujarnya.
Sehingga dia menampik, jika perolehan Jaspel seorang Kepala TU mencapai puluhan bahkan belasan juta rupiah. “Itu tidak benar, karena hitungan Jaspel sesuai dengan beban kerja,” kata dia. (Ams)