Pecinta Merpati Padati Lapangan Gas Sumber

pecinta merpati

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

 Tuban – Sudah beberapa bulan terakhir sekitar Lapangan Gas Sumber di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur penuh sesak oleh ratusan pecinta burung Merpati. Berkumpulnya orang dari berbagai usia tersebut, untuk menyalurkan hobi adu balap burung kesayangannya.

“Setiap hari Minggu sore pukul 03:00 WIB seluruh pecinta burung Merpati balap berkumpul,” kata salah seorang Joki Merpati asal Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Arif, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi balap, Jumat (16/9/2016).

Arif yang kesehariannya berprofesi sebagai pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI II Tuban ini, sudah lama menggeluti hobinya sebagai pencinta Merpati. Saat ini tercatat ada 10 pasang Merpati yang dirawatnya.

Alasan memilih lokasi sekitar Lapangan Gas Sumber, lantaran kondisinya sesuai kriteria adu balap Merpati. Di tepi kanan kirinya hanya ada beberapa pohon tinggi, selebihnya puluhan hektar sawah milik petani setempat.

Selain di Lapangan Gas Sumber, Arif bersama pecinta Merpati lainnya biasanya berlatih di tengah lahan sawah Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Akan tetapi, lokasi ini memiliki sedikit kendala yakni banyak tower listrik yang berjajar di sepanjang lahan pertanian.

Baca Juga :   Pengangguran di Bojonegoro Capai Ribuan

“Oleh sebab itu banyak yang memilih di sekitar Lapangan Gas Sumber,” imbuhnya.

Setiap beberapa bulan sekali, ratusan Joki terlibat lomba balap Merpati. Lomba tersebut untuk mengetahui seberapa besar kekuatan burung dalam terbangnya. Sekaligus melihat sejauh mana pemilik burung merawatnya.

Bagi burung Merpati yang berkualitas akan terbang dengan kecepatan tinggi antara 70 sampai 90 Kilo meter (Km) per jam. Ketika lomba berlangsung setiap Joki akan mengoptimalkan kekuatan burung peliharannya, supaya Merpatinya dapat sampai pertama mengampiri pasangannya.

“Bagi Merpati jantan yang jatuh atau tidak sampai di pasangan betinanya dinyatakan gugur,” tambahnya.

Untuk burung Merpati terbaik akan memperoleh mahar kisaran Rp 1 juta sampai Rp 50 juta. Bahkan apabila sudah meperoleh juara Nasional dapat laku sampai Rp 100 juta. Patokan harga tergantung jenis burung, banyaknya juara yang diraih sampai kesukaan pembeli.

Arif mengaku, untuk menjadikan Merpati yang kuat, setiap malam minimal diberi nutrisi madu. Sedangkan untuk makanan sehari-harinya cukup diberi jagung serta beras merah. (Aim)

Baca Juga :   PT SI Serahkan Delapan Ekor Sapi Kurban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *