Drilling Tapen-02 Masuk Run II Logging

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – PT Pertamina Eksplorasi Produksi (P EP) Asset 4 Field Cepu menjelaskan, saat ini untuk status progres drilling eksplorasi Sumur Tapen 02 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah memasuki lanjut Run II open hole logging 12-1/4″. Maksud dari tahapan logging, yakni teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus.

“Status Pagi ini sedang lanjut Run II Open Hole logging 12-1/4″ : PEX-HRLA-ADT int. 2.222-1.357,6 meter,” kata Field Manager Pertmina Asset 4, Agus Amperiyanto, kepada Suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (27/7/2016).

Saat ini pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur.

“Lainnya masih banyak kegiatan yang masih berlanjut untuk sampai hingga target pemboran,” ungkap Agus.

Beberapa peralatan atau tool serupa PEX, HRLA, ADT merupakan peralatan utama logging yang berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal. Alat tersebut diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja, berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan.

Baca Juga :   Program City Gas Belum Jelas

Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Sedangkan untuk Logging tool dan varian keperluannya akan mengirim sesuatu “sinyal” berupa gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi, dan juga material dinding sumur.

“Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool, lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan,” imbuh Agus.

Semua rangkaian pekerjaan itu hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik, pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti. Sedangkan untuk rencana lanjut yakni Run II logging (PEX-HRLA-ADT). Logging III (CMR-LS). Trip. Logging IV (MDT). Logging V (XL-Rock). Trip. Masuk Csg 9-5/8″. 

Diketahui, Sumur Tapen (TPN) di Desa Sidoharjo ditargetkan dapat berproduksi lebih dari 600 barel per hari (Bph). Dengan catatan, pemerintah menyetujui rencana pengembangan (plan of development/PoD) sumur TPN pada 2017 mendatang.

Baca Juga :   Komisi B Minta Dukungan Dirjen Migas

Saat ini produksi baru diperoleh dari sumur TPN- 1 sebesar 170 Bph. Sedangkan TPN-2 yang sedang dilakukan eksplorasi ditargetkan berproduksi sebesar 250 Bph – 300 Bph. Sementara produksi TPN-3 di bawah TPN-1 dan saat ini sedang dilakukan evaluasi. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *