Sering Hujan Penjualan Solar Jeblok

Spbu lamongan solar turun

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Masih tingginya curah hujan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berdampak pada jebloknya penjualan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Jika kondisi normal bulan Juli seharusnya telah memasuki musim kemarau dimana para petani banyak membutuhkan solar untuk mendiesel air dari sumur atau sungai untuk mengairi tanaman padi di sawah. Namun karena hujan masih sering turun petani tidak lagi bersusah payah membeli solar karena persediaan irigasi cukup melimpah.

Penurunan omzet solar karena jarangnya petani membeli solar yang terjadi hampir di semua SPBU di kota soto (sebutan lain Lamongan).

“Karena hujan masih sering turun, pembelian solar jerigen dari petani berkurang drastis,” kata operator SPBU Pucuk, Harry, kepada Suarabanyuurip.com.

Operator SPBU di Babat, Gufron, mengkalkulasi penurunan penjualan solar mencapai sekira 20 persen.

“kalau tahun lalu penjualan solar jerigen dari petani bisa sampai 16 ribu kiloliter perhari. Sekarang hanya12 ribu kiloliter perhari,” cetus Gufron.

Selain disebabkan tingginya intensitas hujan, jarangnya petani membeli solar karena banyak petani yang menggunakan diesel bertenaga listrik untuk memompa air.

Baca Juga :   Di Blora, Hewan Kurban Naik Rp700 ribu Per Ekor

Rata-rata para petani membeli solar dengan menggunakan jerigen. Maksimum pembelian solar 100 liter. Mereka yang membeli solar harus membawa surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh UPT Dinas Pertanian atau Camat.

“Aturannya memang harus membawa surat rekomendasi dari Dinas Pertanian atau Camat. Kalau tidak membawa tidak akan dilayani,” tambah Gufron.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *