Nelayan Pantura Gantung Jaring

Cuaca laut ekstrim

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Akibat cuaca ekstrim lebih tiga bulan terakhir ribuan nelayan di pesisir Pantai Utara (Pantura) Lamongan, Jawa Timur memilih untuk tidak melaut.

Disepanjang tepi pesisir dan pelabuhan di sepanjang jalan raya Brondong hingga Paciran terlihat ratusan perahu nelayan diparkir. Buruknya cuaca ditengah samudera luas membuat para nelayan lebih memilih menggantung jaring dari pada bersabung nyawa.

“Sudah sekira tiga bulan ini tidak melaut, Mas. Di laut sering terjadi badai dan ombak besar,” kata salah satu nelayan di Desa Lohgung, Dasrun, kepada Suarabanyuurip.com.

Badai yang bisa datang sewaktu-waktu bisa membalikan perahu nelayan. Sedang ombak di laut setinggi 3 meter, dan bisa membuat perahu pecah.

Selama tidak melaut para nelayan hanya bisa pasrah. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka menggunakan uang tabungan atau berhutang. Sebagian nelayan harus bekerja serabutan menjadi buruh tani di desa lain atau menjadi kuli bangunan.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji, membenarkan jika nelayan di Lamongan banyak yang tidak melaut.

Baca Juga :   BWI Perwakilan Bojonegoro Periode 2021 -2024 Dikukuhkan

“Sekira 60 persen nelayan tidak melaut karena buruknya cuaca di laut,” katanya.

Mereka yang masih nekad melaut umumnya menggunakan kapal besar hingga ratusan kilometer. Saat tidak melaut kondisi ekonomi nelayan cukup memprihatinkan karena sebagian besar nelayan tidak memiliki bekal skil lain.

Diharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk memikirkan nasib nelayan saat sedang berhenti panjang tidak melaut.

“Paling tidak ada solusi pekerjaan pemberdayaan untuk para nelayan. Sehingga tidak terus terjerat kemiskinan,” harap Samiaji.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *