SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P APBD) 2016 telah menyiapkan dana penyertaan modal terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) sebesar Rp 3 miliar. Anggaran tersebut diproyeksikan mendorong BUMD terlibat dalam Participating Interest (PI) sebesar 10 persen di Blok Tuban yang habis kontraknya tahun 2018 mendatang.
“Penyertaan modal BUMD salah satu point yang kami sampaikan dalam nota keuangan rancangan perubahan APBD 2016 hari ini,” kata Bupati Tuban, Fathul Huda, kepada SuaraBanyuurip.com, usai sidang paripurna di gedung DPRD Tuban, Â Senin (1/8/2016).
Anggaran tersebut sangat penting bagi keberlangsungan BUMD yang membidangi Migas di Bumi Wali, mengingat PT RSM baru terbentuk tahun 2015 silam. Saat ini selain mendukung melalui APBD, Pemda bersama legislatif juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolanya.
“Kami minta pasca adanya anggaran ini PT RSM lebih fokus pada pengelolaan penyertaan modal/PI,” imbuhnya.
Fathul Huda, menjelaskan, beberapa perubahan pembiayaan daerah meliputi, pertama kebijakan umum terdiri dari menutup defisit belanja daerah dalam PAPBD 2016, dan menambah penyertaan modal dan investasi Pemda.
Kedua, penerimaan pembiayaan terdiri dari SILPA tahun 2015 sebesar Rp 294.018.836.474. Penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp 2.915.023.638. Serta penerimaan piutang daerah sebesar Rp 536.394.040.
Ketiga, pengeluaran pembiayaan dipergunakan untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp 294.470.254.152, dan penyertaan modal BUMD sebesar Rp 3 Miliar.
Selain itu, untuk total P APBD 2016 direncanakan sebesar Rp 2.494.382.490.981. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1.476.607.169.183, naik 6,93 persen. Serta belanja langsung Rp 1.017.775.321.798, naik 18,45 persen.
Kenaikan belanja tidak langsung sebesar 6,93 persen apabila dinominalkan sebesar Rp 95.692.642.242. Jumlah tersebut lebih besar dari APBD tahun 2016 sebesar Rp 1.380.914.526.940.
“Anggaran paling besar pada belanja pegawai yang direncanakan sebesar Rp 1.075.492.591.215, atau naik 9,71 persen dibanding APBD 2016,” tambahnya.
Untuk kenaikan belanja langsung dalam P APBD 2016 paling banyak pada belanja modal yang direncanakan sebesar Rp 480.728.752.578, atau naik 23,18 persen dari APBD 2016. Kemudian disusul belanja barang dan jasa direncanakan Rp 442.200.489.194, atau naik 14,96, dan belanja pegawai yang direncanakan Rp 94.846.080.025, atau naik 12,52 persen dari APBD 2016.
Sedangkan untuk perubahan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2.199.912.235.828, naik Rp 46.594.872.805 dari APBD 2016 sebesar Rp 2.153.317.364.022. Dengan demikian jumlah total belanja daerah P APBD apabila dibandingkan dengan total pendapatan daerah akan mengalami defisit sebesar Rp 294.470.254.152. (Aim)