SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Sejak terakhir sekitar empat bulan lalu menyelesaikan penanaman pipa gas, PT Pertamina Gas (Pertagas) Gresik-Semarang (Gresem) di Desa Balandono, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, hingga saat ini belum terdengar kabar kelanjutan akan dikerjakan kembali.
Mandor proyek penanaman pipa gas dari PT Sahabat yang menangani penanaman pipa saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com mengatakan, saat ini penanaman pipa gas dilakukan di wilayah Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Sementara pindah ke Boureno, karena di Babat masih ada kendala pembebasan lahan,” katanya.
Pihaknya hanya sebagai pelaksana penanaman pipa gas jika pembebasan lahan proyek negara itu sudah tidak ada kendala.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Babat Supaat mengatakan selama ini belum ada kabar dari pihak PT Pertagas atau perusahaan rekanannya kapan penanaman pipa di jalur Kecamatan Babat dilanjutkan.
“Belum ada kabar dan koordinasi lagi,” kata Supaat yang juga Kades Sumurgenuk ini.
Untuk di Desa Sumurgenuk sendiri sudah tidak ada kendala pembebasan lahan. Pihak PT Pertagas sudah melakukan pembayaran langsung ke warga yang lahannya dilintasi pipa gas.
“Kalau di desa lain masih ada kendala pembebasan lahan, itu urusan perintah desa (Pemdes) masing -masing. Hanya saya meminta kepada Kades untuk membantu kelancaranya dengan catatan jika diajak koordinasi pihak PT Pertagas atau kontraktor pelaksana proyek,” cetus Kades dua periode itu.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lamongan, Mohammad Fais Junaedi, mengatakan, selama proses penanaman pipa pihaknya selalu menekankan agar pihak pelaksana proyek selalu berkordinasi dengan pihak Muspika setempat.
“Saya selalu meminta pihak pelaksana proyek lebih intensif berkoordinasi dengan pihak Muspika sepanjangan penanaman jalur pipa,” papar Fais. (tok)