SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Dari 25 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah terdapat enam SPBU yang tidak lagi melayani penjualan premium dan digantikan dengan Pertalite.
Keenam SPBU itu adalah SPBU Siman, SPBU Plosowahyu, SPBU Lamongan kota, SPBU Brondong, SPBU Tikung dan SPBU Mantup.
“Keenam SPBU tersebut sudah tidak lagi menjual premium dan digantikan dengan Pertalite dan Pertamax,” kata Bendahara Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Lamongan, Abdul Haris Yahya, Senin (1/8/2016).
Sebagian SPBU lainnya masih tetap menjual premium namun juga menyediakan Pertalite dan Pertamax. Karena memasarkan Pertalite dan Pertamax praktis kuota DO premium lebih sedikit sehingga produk Pertalite dan Pertamax tetap laku.
“Tidak menjual premium ataupun menggenjot pemasaran Pertalite dan Pertamax menjadi komitmen Hiswana Lamongan mendukung program Pertamina memasyarakatkan Pertalite sebagai pengganti premium,” kata Yahya yang juga Manager SPBU Sekaran ini.
Dirinya yakin kedepan secara perlahan semua SPBU di Lamongan akan mengutamakan penjualan Pertalite dibanding premium. Apalagi dari pengamatannya masyarakat di Lamongan sudah banyak yang beralih dari premium ke Pertalite.
“Konsumen sudah bisa membedakan Pertalite meski harganya sedikit mahal namun kualitasnya jauh lebih bagus dibanding premium,” tandas Yahya.
Pengawas SPBU Babat, Ridwan menambahkan, sejak awal bulan Juni sudah tidak lagi melayani penjualan premium dan berganti dengan Pertalite dan Pertamax.
“Tangki pendam yang sebelumnya untuk wadah premium di cleaning (bersihkan) dan digunakan untuk wadah Pertalite,” jelasnya.
Dengan kapasitas tangki pendam 50 ribu kilo liter, rata-rata bisa menjual Pertalite 13 ribu kiloliter perhari. (tok)