Warga Masih Ragu Gunakan Gas Bumi

Pemasangan gas murah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Meski pada Jum’at pekan lalu, jaringan gas rumah tangga telah mengalir (Gas In), namun sebagaian  kalangan masyarakat di wilayah Ring-1 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih tampak ragu untuk memanfaatkan Gas Bumi yang diklaim lebih murah dibanding gas Elpiji.

Terbukti, selain belum banyak warga yang belum bersedia dialiri gas, warga yang saat ini sudah menikmati gas tersebut juga masih terkesan setengah hati untuk melanjutkan pemakaian.

Seorang warga Jompong, Desa Sumber, Paino, mengaku, belum sepenuhnya beralih ke gas bumi yang dialirkan dari Central Processing Plant (CPP) PPGJ Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Pasalnya, belum tahu ke depan seperti apa. Sehingga dirinya mempersiapkan kompor dengan harga murah untuk dilakukan modifikasi oleh petugas dari PGN supaya bisa digunakan untuk gas bumi.

“Kita kan belum tahu seperti apa nantinya,” kata dia.

Dia tidak mau ambil risiko kerugian akibat pemanfaatan gas bumi tersebut. “Jika banyak pesanan dalam satu minggu bisa menghabiskan 6 tabung elpiji Melon. Kalau untuk kantin saja, sekira 3 tabung gas,” jelasnya.

Baca Juga :   Wonocolo Jadi Desa Wisata Sumur Tua

Jika dibanding dengan Gas Bumi, menurut Paino, memasak dengan Elpiji juga jauh lepih cepat. Karena api yang dihasilkan lebih ada tekanan dibanding gas bumi.

“Lebih cepat panas dengan Elpiji,” jelasnya membandingkan.

Senada diungkapkan, Tasmiatun, warga setempat. Ia juga merasa ragu dalam menggunakan gas murah. Sebab api yang dihasilkan oleh gas bumi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Elpiji.

“Untuk masak kopi butuh waktu yang lebih lama. Kalau dengan Elpiji paling tidak ada 5 menit,” ungkapnya.

Dia juga tidak tahu apakah akan terus menggunkan gas bumi tersebut. Karena belum tahu apakah benar lebih murah dibanding Elpiji.

Keraguan warga tersebut diperkuat dengan masih minimnya warga yang mengembalikan formulir berlangganan yang diberikan oleh PGN.

Menurut Aldo Marin, Officer 1 Costumer Area Semarang, data terakhir pada Jum’at (29/7/2016) kemarin, tercatat baru 75 warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan dari total 780 sambungan rumah tangga pada tahap pertamna ini.

Sekadar diketahui, pada launching jarga Blora pecan lalu, hanya 4 rumah tangga yang baru tersambung.

Baca Juga :   Copoti Spanduk, Aparat Diadili Warga Mentoso

“Secara bertahap nanti akan dilakukan pembenahan jaringan,” jelasnya.

Karena menurut dia, terdapat kandungan gas lain dan air di dalam jaringan yang menghubungkan ke rumah warga. Ia mengaku, dalam sehari petugas bisa menyelesaikan 5 sambungan rumah tangga.

“Karena factor geografis Desa Sumber,” jelasnya.

Sementara, Camat Kradenan, Free Bayu Alamanda, menjelaskan, bahwa di Dukuh Jompong, Desa Sumber baru 60 warga yang tercatat dan bersedia berlangganan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *