Berharap Beras Kompensasi di Mojodelik Dibagikan

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melalui rekanannya, CV Goro Bangun Persada telah menyalurkan beras kompensasi bulan Juli 2016 untuk warga Desa Gayam dan Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (5/8/2016).

Beras yang diberikan tersebut merupakan kompensasi atas flaring (pembakaran gas suar bakar) Lapangan Banyuurip sebesar 23 juta standar kaki kubik (million meter standart cubic feed per day/mmscfd) yang sempat berlangsung beberapa bulan lalu. Sekarang pembakaran gas tinggal 10 MMSCF.

Namun penyaluran beras kompensasi di Desa Mojodelik mendapat penolakan warga. Dengan alasan menunggu hasil unjuk rasa yang akan dilakukan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Panas Flare (AMPE Panas Flare) pada Minggu (7/8/2016).

“Warga minta di pending dulu mengunggu hasil demo besok. Warga menginginkan kompensasi ini terus berlanjut selama flare menyala,” kata Sekretaris Desa Mojodelik, Parlin dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Jum’at (5/8/2016).

Disinggung apakah warga tetap akan menolak beras kompensasi tersebut jika demo nanti tidak mencapai kesepakatan ? Parlin enggan berkomentar. “Kalau itu nggak tahu. Tergantung kemauan warga nanti bagaimana. Tapi saat ini warga minta untuk sementara jangan dibagikan dulu,” ujar Parlin.

Baca Juga :   Dewan Tunggu Laporan Penyelesaian 6 Item Proyek EPC 1

Jumlah beras yang digelontorkan untuk warga Mojodelik pada bulan Juli totalnya sebanyak 25 ribu kilo gram (KG) atau 25 ton. Dari jumlah tersebut dua dusun yakni Samben dan Ledok mendapatkan jatah lebih banyak yakni 30 Kg/KK karena berdekatan dengan flare.

Jumlah beras untuk warga di Dusun Samben sebanyak 6.960 Kg yang diperuntukkan bagi 323 Kepala keluarga (KK), dan Ledok sebanyak 7.590 Kg yang diperuntukkan bagi 253 KK. Sementara sisanya untuk warga di lima dusun yakni Gledegan, Sogo, Rambitan, Dawung, Keket dan Mojo yang masing-masing KK memperoleh 10 Kg/KK.  

Penundaan pembagian beras kompensasi oleh sebagian warga ini dikeluhkan Kepala Urusan Pembangunan (Kaurpem) Dusun Rambitan, Sudiono. Menurut dia, pembagian beras ini tidak ada hubungannya dengan aksi yang akan dilakukan warga yang tergabung dalam AMPE Panas Flare.

Apalagi, lanjut Sudiono, tidak semua warga ikut dalam aksi tersebut, tapi justru terkena dampaknya. Yakni warga tidak jadi menerima beras kompensasi yang sudah didistribusikan oleh rekanan EMCL.

Baca Juga :   Pembangunan Pagar TBR Capai 40 persen

“Kalau kami mintanya segera didistribusikan ke warga, tidak usah menunggu demo. Kan berasnya sudah ada, mengapa pembagiannya harus ditunda?” ucap Sudiono dikonfirmasi terpisah.

Sudiono menyebutkan total warga Dusun Rambitan yang menerima beras kompensasi mencapai ratusan. “Ada sekitar 450 an KK. Jumlah ini meningkat karena ada penambahan KK baru,” ucap pak Bayan Rambitan itu.

Sementara beras kompensasi untuk Desa Gayam telah didistribusikan ke warga. Total beras yang diberikan sebanyak 32.260 Kg (32,26 ton) yang diperuntukkan bagi 2.124 KK. Rinciannya, Dusun Templokorejo sebanyak 351 KK dan Kaliglonggong 200 KK.

Dua dusun tersebut memperoleh jatah paling banyak karena berada paling dekat dengan flare. Yakni setiap KK memperoleh 30 Kg.  Sementara sisanya dibagikan di Dusun Gayam dan Sumurpandan yang masing-masing KK memperoleh 10 Kg.(suko)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *